Meski Dibatalkan, AILA Curiga Kontes Mister dan Miss Gaya Dewata Tetap Berjalan

Foto: Grand Final Pemilihan Mister dan Miss Gaya Dewata 2018, 10 Oktober 2018 mendatang di Bhumiku Convetion Hall, Bali.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA), Rita Subagio mengapresiasi langkah polisi yang tidak memberikan izin pada kontes Mister dan Miss Gaya Dewata 2018 di Bali. Namun meski tidak diberi izin, ia curiga acara ini masih berjalan dengan lebih tertutup.

“Aliansi Cinta Keluarga juga mengapresiasi Polda Bali dalam hal ini yang juga tidak berusaha memberikan izin. Walaupun saya sendiri sebenarnya yakin bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini dalam konteks tertentu, dalam lingkup tertentu tetap jalan,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (11/10/2018).

Menurut Rita, sebelumnya di website Gaya Dewata sempat memposting kontes Mister dan Miss Gaya Dewata 2018. Ternyata belakangan postingan tersebut dihapus, namun acara tetap ada.

“Makanya, saya nggak yakin apa benar-benar dibatalkan atau hanya berpindah tempat. Atau mereka melakukan dengan cara-cara yang lebih tertutup,” sambungnya.

Ia juga bersyukur dengan sikap masyarakat setempat yang menolak kontes tersebut. Menurutnya, penolakan dari masyarakat menyadarkan para pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) bahwa mereka tidak ada tempat untuk melakukan sosialisasi.

“Kelompok mereka (LGBT.red) sebenarnya juga sudah harus berhitung bahwa sebenarnya kita masih mayoritas menolak hal-hal yang seperti ini. Jadi artinya, silahkan anda lakukan dalam ‘ruang tertutup’, tapi kemudian kalau ini menjadi sebuah bagian dari propaganda disosialisasikan, rasanya ini tidak ada tempat,” tukasnya.

BACA JUGA  Negara Pengusul Legalisasi LGBT dalam Sidang Parlemen Internasional

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Dahsyatnya Dosa Pelaku LGBT

Manhaj - Kamis, 18/10/2018 20:15