Erdogan: Kami Tak Akan Patuhi Sanksi AS terhadap Iran

Foto: Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/ilustrasi

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Selasa (06/11), Ankara tidak akan mematuhi sanksi baru AS terhadap Iran. Langkah AS tersebut dianggap menyebabkan “destabilisasi dunia.”

“Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengganggu keseimbangan di dunia. Saya tidak ingin hidup di dunia di bawah imperium. Masalah-masalah ini harus diletakkan di atas meja selama KTT (di akhir pekan) di Paris,” kata Erdoga kepada media.

Erdogan melanjutkan, tentu saja kami tidak akan mentaati sanksi tersebut. Ia mengungkapkan akan terus membeli miliaran meter kubik gas alam dari Iran.

Turki, anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energinya. Negara tetangga Iran adalah salah satu pemasok terbesarnya karena kedekatan letak geografis. Harga minyak dari Iran pun lebih terjangkau daripada impor dari Negara lain.

Juru bicara presiden Turki, Ibrahim Kalin, mengungkapkan bahwa negaranya akan mengkaji perkembangan selanjutnya ketika KTT akhir pekan di Paris.

“Kami tidak akan menghilangkan kepentingan kami karena Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi pada negara ini atau negara itu untuk alasan apa pun, ” ujarnya.

Beberapa jam sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan saat berkunjung ke Jepang bahwa berbahaya untuk mengisolasi Iran dan bentuk kezaliman terhadap rakyatnya. Ia menambahkan bahwa tidak mudah bagi negara-negara seperti Turki dan Jepang untuk mendapat sumber daya energi untuk mematuhi sanksi.

BACA JUGA  Turki Peringati 80 Tahun Kematian Ataturk, Erdogan Kirim Karangan Bunga

“Kami tidak berpikir sanksi dapat mencapai hasil apapun dan saya percaya bahwa dialog dan pembicaraan serius lebih bermanfaat daripada sanksi,” katanya.

Erdogan akan menghadiri KTT untuk memperingati berakhirnya Perang Dunia I di Paris. Dijadwalkan Erdogan bertemu dengan Presiden AS Donlad Trump untuk membicarakan sanksi Iran.

Iran kembali menjatuhkan sanksi minyak terhadap Iran pada Senin lalu. Sanksi itu diklaim untuk menjaga stabilitas Timur Tengah. Iran memainkan peran dalam konflik-konflik yang terjadi di kawasan.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga