KH Ma’ruf Amin Sebut Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Persoalan Lokal Garut

Foto: KH. Ma'ruf Amin

KIBLAT.NET, Jakarta – KH Ma’ruf Amin menyebut kasus pembakaran bendera tauhid oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sudah selesai. Bahkan dia mengatakan masalah itu merupakan persoalan lokal Garut.

Calon Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyebut kasus pembakaran bendera tauhid saat acara Hari Santri Nasional di Garut telah selesai. Menurutnya, penyelesaian telah dilakukan dalam pertemuan pimpinan ormas-ormas Islam bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Itu kan sudah selesai, pertemuan Ormas-ormas Islam di tempat pak Jusuf Kalla bahwa itu tidak menjadi suatu isu yang menimbulkan konflik di umat,” ungkap Kiai Ma’ruf usai menghadiri rapat pimpinan Majelis Ulama Indonesia di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (06/11/2018).

Ulama yang jadi pasangan Joko Widodo di Pemilu 2019 itu juga menyebut pembakaran itu dilakukan oleh oknum. Sehingga, dia berharap kasus itu tak dijadikan persoalan nasional.

“Itu persoalannya persoalan lokal di Garut, dan ada oknum bawa bendera dan oknum Banser yang membakar. Jadi ini persoalannya hanya di oknum-oknumnya saja,” ujar Kiai Ma’ruf.

Anggota Banser melakukan pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid laa ilaaha illallah muhammad rasullullah saat acara peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Senin (22/10/2018). Bendera itu sebelumnya diambil dari seorang peserta acara. Pelaku pembakaran dan pembawa bendera keduanya telah dibawa ke pengadilan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Dubes Arab Saudi Sayangkan Pembakaran Bendera Tauhid

Indonesia - Selasa, 13/11/2018 16:46