Pasca Pertemuan Wiranto-Ormas Islam, Proses Hukum Pembakar Bendera Tauhid Harus Berlanjut

Foto: M Kamil Pasha berbicara kepada media setelah mendampingi kliennya melaporkan Sukmawati Soekarno Putri

KIBLAT.NET, Jakarta – Ahli hukum dan pidana, Kamil Pasha menyambut baik pertemuan Kemenkopolhukam dengan berbagai ormas Islam. Menurutnya, salah satu hasil pertemuan yang perlu diapresiasi adalah bendera tauhid bukan hal yang dilarang dan bukan bendera HTI.

Meski demikian, Kamil menekankan bahwa bukan berarti hasil pertemuan tersebut lantas menghentikan proses hukum terhadap pembakar bendera. Menurutnya, dengan hal itu seharusnya semakin menguatkan bahwa pembakar bendera tauhid melakukan penodaan

“Tapi hasil itu bukan berarti kasus hukum berhenti sampai disitu, harus berlanjut. Untuk proses hukum harus diproses oleh pihak kepolisian. Justru dengan adanya kesimpulan seperti itu dari rapat tadi, berarti itu benar-benar simbol ummat Islam dan yang membakar harus tetap diproses” jelasnya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (09/11/2018).

Menurutnya, pasal yang digunakan untuk menjerat pelaku pembakaran bendera terlalu kecil bahkan lemah, karena menggunakan pasal 174 yaitu mengganggu rapat umum. Sedangkan, kata dia, jelas ini pembakaran tentang simbol ummat islam.

“Pembakaran itu lebih tepat digunakan dengan pasal 156a tentang penodaan agama,” tuturnya.

Ia berharap agar kepolisian segera memproses kasus ini lebih dalam lagi. Apalagi sampai saat ini belum dilakukan pemeriksaan dan pemanggilan dari para pelapor.

“kalau untuk prosesnya, habis lapor nanti dipanggil pelapor ini untuk BAP selanjutnya dipanggil saksi-saksi dan yang lain. Tapi sampai sekarang, belum menerima panggilan dari pihak kepolisian. Itu jadi pertanyaan kita, kok lambat sekali,” ucapnya.

BACA JUGA  Dubes Saudi Sebut Bendera Tauhid bukan HTI, PBNU Tak Perlu Marah

“Ini kan kasus yang sensitif, namanya melukai perasaan ummat Islam. Harusnya polisi itu  tanggap cepat memproses perkara ini,” jelasnya

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Sikap Seorang Muslim Terhadap Kalimat Tauhid

Suara Pembaca - Sabtu, 08/12/2018 18:57

Mengkritisi Pembakaran Bendera Tauhid

Suara Pembaca - Sabtu, 08/12/2018 18:18