KSHUMI: Pembantai Pekerja Proyek di Papua Tak Tepat Disebut KKB

Foto: Ketua KSHUMI, Chandra Purna Irawan

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan menegaskan bahwa tidak tepat pembantai pekerja proyek di Papua disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Menurutnya, kelompok kriminal tujuannya tidak jauh dari motif ekonomi.

“Penyebutan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) tidak lah tepat, karena yang namanya kelompok kriminal tujuannya tak jauh dari motif ekonomi, pengakuan eksistensi diri dan sosial. Tindakannya murni berupa perbuatan kriminal atau kejahatan,” katanya kepada Kiblat.net melalui siaran persnya pada Rabu (05/12/2018).

“Sementara yang terjadi di Papua lebih tepat disebut OPM (Operasi Papua Merdeka) atau Gerakan separatis atau gerakan yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. Atau dipandang sudut hukum pidana adalah makar,” sambungnya.

Dalam konteks gerakan separatis, kata dia, makar diatur dalam pasal 106 KUHP yang menyatakan: Makar (aanslag) yang dilakukan dengan niat hendak menaklukkan daerah negara sama sekali atau sebahagiannya kebawah pemerintah asing atau dengan maksud hendak memisahkan sebahagian dari daerah itu, dihukum pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun

Menurutnya, berdasarkan Pasal 106 KUHP yang menjadi objek penyerangan adalah kedaualatan atas daerah negara. Dimana kedaualatan suatu negara dapat dirusak dengan dua cara.

“Pertama, menaklukkan kemudian menyerahkan seluruh daerah negara atau sebahagiannya kepada negara asing. Kedua, memisahkan sebahagian daerah dari negara itu kemudian membuat bagian dari daerah itu menjadi suatu negara yang berdaulat sendiri,” tuturnya.

BACA JUGA  Romo Syafii: Pemerintah Harus Tetapkan OPM Sebagai Organisasi Terlarang

Maka, ia menegaskan bahwa pembantai pekerja proyek di Papua bukan KKB tetapi separatis atau pemberontak.

Reporter: Taufiq Ishaq

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga