Belajar Dari Masyumi oleh Ust. Arta Wijaya

KIBLAT.NET- Kalau generasi kita saat ini merindukan berhimpunnya elemen-elemen umat Islam, sesungguhnya pada awal masa kemerdekaan romantisme tersebut benar-benar ada. Setelah kalimat “kewajiban menjalankan syariat agama Islam bagi pemeluknya” dihapus dari sila pertama, walaupun penghapusan tersebut bukan sepihak namun melewati negosiasi untuk kemaslahatan bangsa, tetap saja bagi umat Islam itu merupakan sebuah kekalahan diplomasi.

Perjuangan menegakan syariat islam secara legal konstitusi selesai sudah, namun tentu perjuangan umat Islam secara umum jauh dari selesai. Menanggapi hasil perubahan konstitusi tersebut, para ulama, cendikiawan muslim dan pemimpin-pemimpin islam. Kepala pondok madrasah berkumpul di Jogjakarta untuk menghadiri Kongres Umat Islam atau Muktamar Islam Indonesia.

Berkumpulnya umat Islam bertujuan untuk mendirikan wadah perjuangan politik umat Islam yang dapat memperjuangkan aspirasi umat Islam, apalagi setelah penghapusan tersebut yang merubah isi Piagam Jakarta hasil berlelah-lelah diplomasi garda depan umat Islam kala itu.

Momentum besar diadakan di Gedung Sekolah Mu’alimin Jogjakarta pada tanggal 7-8 November, 4 hari persis setelah pemerintah mengeluarkan maklumat tentang peraturan pendirian partai politik sebagai wujud pengisian perjuangan kemerdekaan. Dengan pertemuan tersebut dideklarasikanlah Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia).

Saksikan video selengkapnya di sini!

Editor: Habib Luthfi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga