Dubes Saudi Sebut Bendera Tauhid bukan HTI, PBNU Tak Perlu Marah

Foto: Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) membakar bendera tauhid saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Garut

KIBLAT.NET, Jakarta РPanitia Reuni 212, Ustadz Bernard Abdul Jabbar menyebutkan bahwa PBNU tidak perlu tersinggung dengan cuitan Dubes Saudi, Osama bin Mohammed Abdullah al Shuaibi  soal pembakaran bendera tauhid.

Bernard memaparkan bahwa selama ini PBNU mengklaim yang mereka bakar bukanlah bendera tauhid, namun bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sedangkan Osama memberikan tanggapan soal bendera tauhid, bukan bendera HTI.

“Jadi nggak perlu tersinggung atau marah dengan cuitannya Dubes Saudi, kan yang dibakar bendera HTI. Sedangkan Dubes Saudi bilang bendera tauhid yang dibakar,” tuturnya.

Menurutnya, dengan diresponnya cuitan Dubes Saudi, maka secara tidak langsung mereka mengakui yang dibakar adalah bendera tauhid. “Kalau misalkan meraka marah bendera HTI yang dibakar, harusnya mereka nggak marah,” paparnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Islam bukan dibatasi oleh batas negara. Tapi seluruh bumi ini dipijak, muslim ini satu tubuh. Oleh sebab itu, kata dia, Dubes Saudi menyinggung pembakaran bendera tauhid.

“Misalnya ketika ada pembakaran bendra di Amerika apakah kita yang ada di luar Amerika tidak marah, artinya mencampui urusan dalam negeri amerika? tidak begitu,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq

Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Sikap Seorang Muslim Terhadap Kalimat Tauhid

Suara Pembaca - Sabtu, 08/12/2018 18:57

Mengkritisi Pembakaran Bendera Tauhid

Suara Pembaca - Sabtu, 08/12/2018 18:18