Khutbah Jumat: Ulama Su’, Menjual Agama Demi Syahwat Dunia

Foto: Khutbah Jumat

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَصْلَحَ الضَمَائِرَ، وَنَقَّى السَرَائِرَ، فَهَدَى الْقَلْبَ الحَائِرَ إِلَى طَرِيْقِ أَوْلَي البَصَائِرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيُكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَنْقَى العَالَمِيْنَ سَرِيْرَةً وَأَزكْاَهُمْ سِيْرَةً، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قَالَ تَعَالَى: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَقَالَ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
وَقَالَ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Hidup di zaman yang penuh fitnah seperti ini, mencari sosok ulama yang rabbani menjadi semakin sulit. Nasib mereka berkisar antara dizalimi, difitnah, diusir, dipenjara atau bahkan dibunuh. Keadaan ini memberi pengaruh yang cukup besar bagi umat ini. Di tengah minimnya pengetahuan tentang agama, umat harus menghadapi berbagai macam syubhat yang dihembuskan oleh ulama su’ yang mengais-ngais pundi dollar di pintu penguasa.

Di antara ulama tersebut, mungkin ada yang tidak sadar dengan pemikirannya yang menyesatkan. Tapi tidak sedikit juga di antara mereka yang sengaja mendekati pintu penguasa demi mendapatkan kedudukan, ingin disediakan fasilitas atau mencari restu untuk muncul di media massa, baik cetak, televisi maupun radio supaya mereka bisa menjadi rujukan bagi orang banyak. Dengan begitu, mereka bisa leluasa memaksakan opini yang mereka buat.

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا

“Setiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, dan Rabbmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra’: 84).

Kepercayaan penguasa kepada ulama yang menyesatkan semacam ini menjadi semakin kuat. Dibuatkanlah mimbar-mimbar untuk mereka, setiap tulisan mereka disebarkan, berbagai macam media juga difasilitaskan. Sehingga kebatilan mereka menggema di seluruh penjuru dunia. Namun, sejatinya, itu semua adalah seperti buih lautan, banyak namun jauh dari berkah.

 فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ

Adapun buih maka akan hilang tak tersisa, sedangkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia akan tetap mantap di bumi.” (Ar-Ra’du: 17)

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Kemunculan dan ketenaran mereka bukan hanya akibat dari dibungkamnya para ulama sejati, atau karena hasil kerja keras mereka semata. Bukan seperti ini kenyataannya. Tetapi, hakikat kemunculan mereka itu dilatarbelakangi planning yang telah diatur dengan sedemikian rupa oleh lembaga-lembaga kajian barat, seperti Rand Corporation, lalu kemudian didiktekan kepada para penguasa.

BACA JUGA  Viral Foto Lusinan Pemuda Suriah Dirantai Tentara Rezim di Damaskus, Ini Faktanya

Hingga saat ini lembaga tersebut masih terus memberikan rekomendasi untuk menyerang setiap suara perlawanan yang diserukan oleh para ulama rabbani. Di sisi lain, lembaga ini juga mengangkat pamor tokoh agama, cendekia yang tunduk terhadap Barat. Menjalankan misi-misi Barat di tengah-tengah umat Islam.

Semua langkah ini mereka lakukan sebagai bentuk penyiapan lahan bagi para ulama kaki tangan para penguasa, sehingga mereka dengan leluasa dapat menyesatkan dan menipu umat. Serta berhasil menekuk lutut mereka di hadapan para musuh agama. Termasuk menyetir agama ini demi kepentingan penguasa dan para loyalisnya, yang sejatinya adalah musuh agama yang sebenarnya.

Mereka memberikan fatwa-fatwa yang dijadikan legitimasi syar’i untuk membenarkan kejahatan penguasa. Sehingga pemberlakuan undang-undang positif yang bertentangan dengan syariat Islam menjadi legal. Secara bersamaan status kekafiran yang disandang musuh agama semakin ringan, tentunya dengan jalan mengategorikan perbuatan itu sebagai kufrun ashgar (perbuatan kafir yang tidak membatalkan keislaman), atau bahkan sesekali menafikan ketentuan hukum (kekafiran) ini dengan menuduhnya sebagai salah satu prinsip pemikiran khawarij dan takfiri.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Bagi orang mukmin, hanya ada dua pilihan, tidak ada pilihan ketiga. Di tengah zaman penuh kesesatan yang tumpang tindih sekarang ini, di mana berbagai malapetaka menimpa umat islam silih berganti, maka tidak ada lagi pilihan untuk diam terhadap mereka yang menobatkan dirinya bagian dari ilmu dan dakwah, namun sejatinya merusak agama itu sendiri.

Sebagaimana Rasulullah SAW telah berpesan agar mereka memberikan kesaksian; bagi yang berbuat baik, harus diberi remomendasi baik, sedangkan bagi para penjahat juga harus diberi kesaksian bahwa mereka adalah orang jahat. Bahkan Rasulullah telah mengingatkan agar mereka berhati-hati, yaitu dalam sabdanya:

أَلَا لَا يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ هَيْبَةُ النَّاسِ أَنْ يَقُولَ بِحَقٍّ إِذَا رَآهُ أَوْ شَهِدَهُ، فَإِنَّهُ لَا يُقَرِّبُ مِنْ أَجَلٍ وَلَا يُبَاعِدُ مِنْ رِزْقٍ، أَنْ يُقَالَ بِحَقٍّ أَوْ يُذَكَّرَ بِعَظِيمٍ

“Perhatikanlah, jangan sampai seseorang dari kalian terhalangi untuk mengatakan kebenaran yang ia lihat dan saksikan hanya karena takut kepada manusia. Sebab, ketakutan ini sama sekali tidak mendekatkan ajalnya, juga tidak akan menjauhkan rezekinya hanya karena ia mengatakan kebenaran secara jujur atau karena ia mengingatkan seorang pembesar.” (HR. Ahmad)

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Intinya, tidak ada pilihan lain bagi orang mukmin yang telah memahami agama kecuali pilihan pertama, yaitu berkata jujur dan tegas dalam menyampaikan kebenaran dengan segala resiko dan konsekuensinya.

Perhatikan bagaimana ketegasan Imam Ahmad ketika mau dipenjara oleh penguasa pada saat itu, “Pantaskah aku mencari selamat untuk diriku dengan jalan menyesatkan umat?”

Selanjutnya dalam riyawat lain, dengan kalimat retorik, beliau berpesan kepada kaum muslimin, “Jika orang bodoh berbicara dengan kebodohannya, sementara ulama mendiamkannya karena takut, maka kapan kebenaran diketahui orang?”

Demikianlah sikap ulama sejati yang dirindukan umat hari ini. Ulama yang tidak pernah takut dalam menyampaikan kebenaran, meskipun harus rela disiksa dalam penjara atau bahkan mengorbankan nyawa sekalipun.

BACA JUGA  Syamil Salmanovich Basayev, Generasi Imam Syamil Abad Ini (1/2)

اَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

 وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً، وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ :
(( إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ))

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Khutbah Jumat: Tiga Perkara yang Membinasakan

Khazanah - Kamis, 13/12/2018 16:00

Khutbah Jumat: Mempersembahkan Ketundukan Total Kepada Allah

Khutbah Jum'at - Kamis, 22/11/2018 17:49

Khutbah Jumat: Tegaknya Keadilan, Tujuan Utama Syariat Islam

Khutbah Jum'at - Kamis, 15/11/2018 15:10