Komnas HAM: Selama 2018, Pembantaian di Papua Terjadi Tiga Kali

KIBLAT.NET, Jakarta – Komnas HAM menduga pelaku yang membantai 31 pegawai proyek jembatan di Nduga adalah sama dengan beberapa kasus kekerasan lainnya di Papua selama tahun 2018 ini. Beka Ulung Hapsari, Komisioner Komnas HAM mengatakan bahwa di tahun 2018 ini tiga kejadian serupa telah terjadi di Papua.

“Ada tiga peristiwa serupa di Papua tahun ini, saya kira pelakunya sama dengan yang di Nduga. Sampai saat ini belum ada tindakan hukum dari aparat yang berwenang,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jl Latuharhari, Jakarta Pusat, Rabu (05/12/2018).

Ia menjelaskan bahwa dua kejadian sebelum peristiwa di Nduga Ahad kemarin tidak semasif dan memakan korban sebanyak 31 orang. Beka menjelaskan, bahwa korban sebelumnya hanya berkisar 4 orang saja.

Beka juga meminta kepada aparat yang berwenang dapat menjelaskan situasi terkini di sana, hal itu disebutnya kebutuhan publik saat ini, supaya spekulasi tidak berkembang semakin jauh, dan menentramkan masyarakat lainnya.

“Kita juga tidak bisa menyamakan kondisi Papua dengan daerah lain, di Jawa misalnya mungkin informasi data 3 hari 4 hari bisa terkumpul, tapi kalau Papua kan tidak semudah itu. Kita juga menunggu laporan dari teman-teman kantor perwakilan Papua untuk kemudian ditata untuk mengeluarkan rekomendasi,” ujarnya.

Komisioner Komnas HAM lainnya, Amiruddin yang mengaku 20 tahun dihabiskan waktunya di Papua menjelaskan bahwa kondisi Nduga tidak semudah yang kita bayangkan. akses masuk ke Nduga tidak dapat diakses orang biasa, hanya militer dan aparat yang bisa.

BACA JUGA  Polisi Tetapkan Habib Bahar Tersangka UU ITE

“Apa menurutmu ke Nduga itu kaya ke Condet, ya enggak. Yang bisa masuk itu hanya militer dan aparat, harus lewat udara, helikopter,” ujarnya saat ada wartawan dari media mainstream meminta diikutkan dalam tim ke Papua.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga