Negara Harus Memastikan Pembantaian di Papua Tidak Terulang

Foto: Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhamadiyah, Maneger Nasution

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Pusdikham Uhamka, Dr. Maneger Nasution turut menyampaikan bela sungkawa terhadap tragedi pembantaian di Nduga, Papua. Ia mengatakan, pemerintah harus memastikan keluarga korban mendapatkan hak dasar yaitu pengembalian jasad korban.

“Kita menyampaikan belasungkawa juga pada korban yang sementara ini disebut ada 31. Sebetulnya ada juga korban tentara, jadi sebetulnya kemungkinan lebih diatas 32 orang. Karena itu pemerintah harus memastikan bahwa korban-korban ini jenazahnya diambil kemudian diserahkan kepada keluarga, karena sebetulnya hak keluarga untuk mendapatkan jenazah dari kejadian ini,”tutur Maneger saat ditemui kiblat.net di gedung Uhamka pada Kamis (06/12/2018).

Maneger berharap, pemerintah hadir dalam penegakan hukum kepada siapapun pelakunya. Ia juga menyebut, pemerintah mempunyai kewajiban untuk memastikan agar kejadian yang sama tidak akan terulang kembali.

“Kita masih ingat (juga) ada guru-guru kita yang pernah disandera, mengalami kekerasan seksual dan macam-macam. Nah, kita berharap ini tidak ada lagi pengulangan,” imbuhnya.

Kepada kiblat.net ia menuturkan perlu adanya sikap negara dalam permasalahan seperti ini. Maneger pun kemudian mengambil contoh penyebutan kelompok pelaku. Menurutnya, pemerintah harus tegas mengkategorikan kelompok tersebut sebagai golongan separatis atau tidak.

Maneger menambahkan, keterlibatan tentara juga akan menjadi masalah di masa depan apabila tidak ada penegasan golongan. Menurutnya, pernyataan politik sangatlah penting untuk memayungi langkah negara agar tidak dipermasalahkan di masa depan.

BACA JUGA  Seniman Aceh Pentaskan Prang Sabi, Hikayat Pengobar Semangat Jihad

“Keputusan politiknya mereka ini apa? Separatis atau tidak? Kalau separatis maka tentara yang harus kedepan kan. Tapi kalau dia kriminal, maka polisi yang harus di depan. Jadi disitu pentingnya kebijakan politik itu. Saya sarannya pemerintah mengambil kebijakan untuk secara politik untuk menyatakan apakah ini sparatis atau kriminal,”pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

One comment on “Negara Harus Memastikan Pembantaian di Papua Tidak Terulang”

  1. Hery

    di urus aja belum sdh berharap jangan terulang???
    Tendensi akan mebiarkan…… Karena tak mampu atau takut pada kekuatan di belakang opm……. Koflok kok di umbar

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga