Pengacara: Habib Bahar Diperiksa Polisi Sebagai Saksi

Foto: Habib Bahar bin Smith.

KIBLAT.NET, Jakarta – Habib Bahar bin Smith memenuhi panggilan kedua yang dilayangkan Bareskrim Polri. Didampingi 54 kuasa hukumnya, Habib Bahar diperiksa sebagai saksi dalam Undang-undang Ujaran Kebencian.

“Kami ada 54 kuasa hukum yang tandatangan untuk mendampingi kasus Habib Bahar ini. Memang, kami hanya diperbolehkan naik mendampingi gantian tiga orang tiga orang,” ujar Koordinator 54 Kuasa hukum Habib Bahar, Sugito Atmo Prawiro di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat.

Sugito menjelaskan bahwa saat ini Habib Bahar dimintai keterangan terkait isu diskriminasi Agama, Rass dan Golongan. Ia pun menunjukkan bukti surat panggilan kepada redaksi.

Di surat bernomor : S.Pgl Subdit I/XII/2018/Dit Tipidum, disebutkan bahwa Habib Bahar diperiksa sebagai saksi dalam tindak pidana ujaran kebencian sebagaimana dimaksud pasal 16 jo pasal 4 huruf B angka 1 Undang-Undang nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Selain itu, Habib Bahar juga diperiksa dalam pasal 45 A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE), dan atau pasal 207 KUHP tentang kejahatan terhadap penguasa umum.

Atas surat panggilan itu, Sugito berpendapat bahwa Habib Bahar awalnya diperiksa lantaran meng-upload menyebarkan dan mengedarkan di muka umum masalah kebencian terhadap ras tertentu.

“Isu yang berkembang itukan yang terkait dengan statemen presiden tapi itu dalam panggilan yang berbeda, nah mungkin ini untuk yang Bareskrim,” ujarnya.

BACA JUGA  Tokoh Lintas Organisasi Keagamaan Ajak Jaga Kerukunan di Tahun Politik

Meskipun begitu, pemanggilan Habib Bahar ke kepolisian adalah hak polisi. Namun ia menekankan kepada kepolisian maupun pemerintah jika memang ingin memperkarakan hal ini, haruslah terlebih dahulu melihat video habib Bahar secara utuh.

“Menurut kami sih terlalu berlebihan kalo misalnya nanti sampai pada tingkat penyidikan apalagi ada penetapan tersangka,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga