Syamil Salmanovich Basayev, Generasi Imam Syamil Abad Ini (2/2)

Apakah penyematan harga $10 juta dolar untuk kepalanya membuat Syamil berhenti berjihad? Sama sekali tidak membuat ia gentar. Justru ia kembali bergabung dengan mujahidin Chechen yang memberontak pada pemerintah pro Rusia pada 23 Agustus 2005.

13 Oktober di tahun yang sama, prestasi gemilang Syamil terukir. Penyerangan Nalchik, ibukota Kabardino-Balkaria, berakhir dengan kemenangan besar. Bahkan, yang lebih membanggakan, Syamil menyelesaikan operasi ini hanya memerlukan waktu dua jam saja.

Ramzan Kadyrov

Ramzan Kadyrov

Tak hanya Rusia, aparat keamanan Chechnya pun memburu Syamil hingga ke pegunungan. Lebih dari 3000 petugas dikerahkan Ramzan Kadyrov untuk menyisir dan membunuh Syamil. Ia menjanjikan $50.000 bagi yang menemukan Syamil. Sahabat karib Khattab ini pun membalasnya dengan menjanjikan $25000 untuk kepala Ramzan. Syamil sengaja menghargainya dengan lebih murah untuk mengejeknya.

Syahidnya Sang Rajawali Kaukasus

10 Juli 2006, musim panas menyelimuti daratan utara Ingushetia. Tiga mobil dan truk Kamaz (truk yang menarik lainnya dengan tali) dalam persiapan untuk sebuah penyerangan. Daerah pedesaan Ekazhevo menjadi saksi, Syamil Abu Idris syahid bersama tiga mujahid lain.

Ada beberapa klaim yang menyatakan bahwa itu murni kecelekaan, tetapi ada klaim juga dari pihak Rusia bahwa itu operasi pembunuhan yang memang direncanakan. Apapun itu, ternyata Syamil yang hanya bisa berjalan dengan satu kaki tidak mampun ditangkap oleh Rusia. Bahkan kesyahidannya pun bukan dengan pertempuran di medan perang melawan tentara merah. Masya Allah…

BACA JUGA  Antara Natsir, Soekarno, dan Komunisme

Di situs resmi mujahidin Chechnya, Kavkaz center, Presiden Ichkeria menuturkan, “Syamil Basayev akan tetap menjadi simbol perjuangan Chechnya, sebagaimana Imam Syamil yang telah lebih dahulu syahid dan hingga kini tetap menjadi simbol jihad di Chechnya. Kami yakinkan semua saudara-saudara kami bahwa di Chechnya, seluruhnya adalah Syamil Basayev, dan kematiannya akan semakin menambah semangat perjuangan Chechnya.”

Semoga akan muncul kembali generasi Imam Syamil selanjutnya yang melanjutkan estafet perjuangan. Wallahu a’lam bi shawab.

Penulis : Dhani El_Ashim

Sumber

  1. https://en.wikipedia.org
  2. www.historycommons.org
  3. https://www.bbc.com
  4. https://www.kiblat.net
  5. https://rumahsedekah.com
1 2 3

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Chechnya Resmikan Masjid Terbesar di Eropa

Eropa - Sabtu, 24/08/2019 10:15

Syaikh Ali Belhaj, Tokoh Spiritual FIS Al-Jazair

Profil - Jum'at, 28/06/2019 14:38