5 Hal yang Bisa Kita Lakukan untuk Membantu Muslim Uighur, Nomor 3 Seringkali Kita Abaikan

Foto: Gadis Uighur berada di antara aparat Cina.

KIBLAT.NET – Suku Uighur merupakan sekumpulan etnis Turk yang beragama Islam, mereka mendiami sebuah negeri bernama Turkistan Timur. Dahulu leluhur mereka mampu membuat Turkistan Timur menjadi sebuah wilayah yang sangat berbudaya, terkenal dengan kemampuan melukis kaligrafi yang sangat indah, mereka menghias masjid-masjidnya dengan kaligrafi tersebut, dan mereka juga mempunyai tradisi kuliner yang rasanya membuat siapa saja yang menyantapnya merasa bahagia.

Namun kini, tanah air mereka sedang lara, merintih kesakitan, ketika rantai penindasan melilit lehernya. Kejayaan Turkistan Timur di masa lampau kini terhapus oleh coretan-coretan tinta merah yang bernama China.

Kengerian itu bermula di tahun 1949, ketika Mao Zedong memerintahkan tentara People’s Liberation Army (PLA) untuk mencaplok wilayah Turkistan Timur. Meskipun secara umum bahasa, budaya, ataupun cara hidup mereka berbeda dengan China, namun motif utama pencaplokan tersebut adalah sumber daya alam Turkistan Timur yang melimpah. Sebagaimana invasi pada umumnya, di mana sumber daya alam selalu menjadi motif utama.

Semenjak itu, lambat laun nama Turkistan Timur mulai terlupakan, kini wilayah itu lebih dikenal dengan nama Xinjiang. Maka langit pun menjadi kelam dan kemarau panjang mulai menggerogoti eksistensi suku Uighur. Mereka terusir dari kediaman mereka, dan pabrik-pabrik mulai dibangun di atas lahan-lahan mereka. Suku Uighur pun dipaksa tinggal di rumah-rumah yang tidak sesuai dengan budaya serta cara hidup mereka.

Setelah rumah mereka dirampas, China berupaya melenyapkan kehidupan suku Uighur. Mereka dipaksa menjadi China sepenuhnya dalam bentuk dan realitas. Awalnya memang pada hal-hal yang terkesan sepele, semisal pria Uighur dilarang memanjangkan jenggot serta memakai kopiah, namun secara bertahap upaya pelenyapan itu semakin menjadi-jadi.

BACA JUGA  Usai Didemo Besar-besaran, Hong Kong Tangguhkan RUU Ekstradisi

Orang Uighur dilarang mengajarkan Al-Quran kepada anak mereka, mereka juga dilarang menyelenggarakan pernikahan dengan tata cara Islam, wanita Uighur dilarang mengenakan baju panjang, hingga yang terburuk adalah wanita Uighur dipaksa menikah dengan pria China.

Penderitaan suku Uighur tidak berhenti sampai di situ, Presiden China hari ini Xi Jinping bahkan membangun kamp konsentrasi yang diberi nama re-education camp. Orang-orang Uighur dimasukkan ke dalam kamp tersebut untuk “dididik kembali” sampai mereka bersedia melepaskan keislaman serta identitas budaya mereka.

Sebagai seorang muslim yang mempunyai spirit rahmatan lil alamin dan ukhuwah Islamiyah sudah sepantasnya kita memikirkan apa yang bisa kita perbuat untuk membantu saudara kita di Turkistan Timur. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa kita lakukan untuk meringankan beban penderitaan mereka:

1. Berhenti Menggunakan Produk Buatan China

Kemajuan ekonomi bagaikan bahan bakar bagi kediktatoran China, maka merongrong perekonomian bisa jadi merupakan satu-satunya jalan untuk menghentikannya. Anda bisa memulainya dengan tidak membeli handphone buatan China, uninstall aplikasi buatan China, berhenti belanja dari marketplace asal China seperti Alibaba dan Tencent.

Bagi traveller, hindari bepergian ke China, hindari menginap di hotel milik China. Buatlah pemerintahan Beijing mengerti bahwa mereka tidak bisa terus-terusan menari di atas tangisan muslim Uighur.

Memboikot produk-produk China memang berat, tidak semudah memboikot produk-produk Israel, namun jika tidak kita mulai dari sekarang, kapan lagi?

BACA JUGA  Cina Musnahkan Ribuan Babi Terjangkit Virus

2. Sebarkanlah Fakta-fakta Terkait Uighur

Tidak semua orang tahu mengenai situasi yang sebenarnya terjadi di Turkistan Timur, dan China sangat takut terhadap orang-orang yang mengetahuinya karena hal itu bisa mengungkap wajah mereka yang sebenarnya.

Maka sebarkanlah fakta-fakta terkait Uighur dengan segala cara yang anda mampu; jika anda tidak mampu menggelar seminar atau konferensi pers, anda bisa membuat kelompok diskusi meskipun kecil.

3. Lindungi Muslim Uighur yang Tinggal di Sekitarmu

Beberapa muslim Uighur berkesempatan melarikan diri lalu tinggal di luar China, bisa jadi beberapa di antara mereka tinggal di sekitarmu. Jika anda bertemu mereka, maka rangkullah mereka, dengarkan curahan hati mereka, dan jadilah saudara yang dapat memberikan perlindungan kepada mereka.

4. Mintalah Pemerintahmu untuk Berbicara dengan China

Anda bisa menulis surat kepada Pemerintah, mention mereka di twitter, tag mereka di facebook, atau bisa juga membuat petisi. Mintalah kepada pemerintah agar bersuara dan mendesak pemerintah China agar segera mengakhiri tindakan represifnya terhadap muslim Uighur.

5. Menggelar Aksi Damai

Anda tidak perlu jauh-jauh mendatangi kantor PBB, anda cukup menggelar aksi damai di manapun anda berada, lebih baik lagi jika anda menggelar aksi damai di depan kedutaan China, teriakkan sekeras mungkin “Hentikan penindasan terhadap muslim Uighur!!!”

Sumber: themuslimvibe.com
Redaktur: Rusydan Abdul Hadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Soal Krisis Uighur, Ketum PBNU Sepakat dengan Dubes Cina

Indonesia - Jum'at, 10/05/2019 13:45