AILA Prihatin Kasus Prostitusi Online Diberitakan Secara Masif

Foto: Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, Rita Subagyo

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Rita Subagio mengaku prihatin dengan pengekposan besar-beasaran terkait kasus prostitusi online yang terjadi akhir-akhir ini. Ia menilai, hal itu kurang pantas.

“Saya terus terang sebenernya agak prihatin dengan fenomena yang terjadi. Sebenarnya saya mengamati beberapa respon dari netijen dalam hal ini, ketika ini kemudian menjadi ekspos yang cukup besar ternyata masyarakat pun juga ada yang permisif,” jelas Rita saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (09/01/2018).

Menurutnya, tindakan media-media berita dalam pengeksposan kasus ini terkesan memprihatinakan. Ia menegaskan bahwa pengekposan terus menerus terkait kasus ini justru memberi dampak negatif kepada masyarakat Indonesia.

“Media sebenarnya sesuatu yang memang menjual bagi mereka, jadi mereka akan ekspos terus-terusan lagi. Tetapi yang kemudian kami lihat adalah ternyata masyarakat kita ini responnya itu yang kami prihatinkan adalah banyak juga yang mendukung,” tutur Rita.

Rita menyayangkan respon masyarakat Indonesia yang justru memiliki kesan pembelaan terhadap kasus tersebut dengan dalih Hak Asasi Manusia (HAM). “Yang membuat kami prihatin itu dalah banyak juga yang mendukung. Kemudian mengakatakan VA dan AS itu bebas memilih jual diri,” ungkapnya.

Maka, ia berharap kepada keluarga dan orang tua-orang tua pada umumnya agar memberikan pengarahan yang benar kepada sanak saudara mereka terkait nilai-nilai hukum dari fenomena-fenomena yang terjadi, supaya terhindar dari pemahaman yang salah.

BACA JUGA  Peninjauan Kembali Adalah Hak Setiap Terpidana

“Kewajiban kita semua keluarga siapapun ketika apapun fenomena yang terjadi di sekitar kita, kita harus memberi nilai kepada semua anggota keluarga kita, yang sesuai dengan keyakinan kita bahwa ini baik atau buruk, halal atau haram. Itu (prostitusi.red) sesuatu yang jelas kita yakini bahwa ini adalah perbuatan haram,” terangnya.

Reporter: Syuja A
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Prostitusi, Perzinaan Sistemik dan Feminisme

Opini - Selasa, 29/01/2019 11:56

Hati-hati Berita Fahisyah

Indonesia - Kamis, 10/01/2019 19:43