Felix Siauw: Ada yang Lebih Berbahaya dari “80 Juta”

Foto: Ustadz Felix Yanuar Siauw.

KIBLAT.NET, Jakarta –  Akhir-akhir ini, fenomena prostitusi daring yang melibatkan sejumlah artis kembali ramai menghiasi media massa di tanah air. Baik dari media massa maupun online langsung mem-blow up kasus tersebut sampai berhari-hari lamanya. Hasilnya, kasus tersebut menjadi trending hingga tersebar ke berbagai sosial media. Beragam komentar dan meme pun bermunculan, dan hampir semuanya mengarah kepada hal yang berbau candaan.

Menanggapi hal tersebut, da’i nasional Felix Siaw turut menanggapi atas adanya komentar-komentar dari masyarakat. Karena menurutnya, dari komentar-komentar tersebut ada hal-hal yang jauh lebih berbahaya dikonsumsi oleh publik. Yakni, pemikiran yang nakal.

Dalam postingan akun instagram pribadinya, ia menyatakan menemukan beragam komentar, misalnya: “Saya justru penasaran bagaimana VA membangun value/nilai dirinya, sehingga orang-orang mau membayar tinggi di atas harga pasar reguler. Padahal, seorang istri saja diberi uang bulanan 10 juta sudah merangkap jadi koki, tukang bersih-bersih, babysitter, dll. Lalu, yang sebenarnya murahan itu siapa?”.

Atau yang berkomentar begini: “Jangan bully yang ngangkang (berhubungan suami istri, red.) sekali dapet 80 juta, elu cuma dapet mukena untuk ngangkang seumur hidup” begitu tulisnya kira-kira.

Menanggapi komentar tersebut, Felix menilai bahwa nakal itu ada dua, nakal kelakuan dan nakal pemikiran. Nakal kelakuan, lanjutnya, itu seperti anak kecil, sebabnya tidak paham atau karena memang lalai. Biasanya nakal jenis ini spontanitas, dan polanya tidak berulang.

BACA JUGA  Keluarga: Ada yang Memaksa Ustadz ABB Harus Bebas Bersyarat

“Beda dengan nakal pemikiran, ini lebih berbahaya, sebab dia konseptual, bentuknya ide, seperti virus, menjangkiti dan menyebar, menyebabkan pola kemaksiatan, dan tidak hanya nakal sendiri, dia mencari pengikut untuk sama-sama nakal,” ujarnya dalam akun instagram pribadinya @felixsiauw pada (9/1/19).

“Nakal kelakuan berakhir dengan penyesalan, tapi nakal pemikiran mencari pembenaran, bahkan mengarang alasan. Nakal pemikiran menyebabkan orang merasa wajar dengan kenakalan itu, sedang nakal kelakuan berakhir dengan tangisan dan pinta maaf,” imbuhnya.

Menurut penulis Art of Dakwah tersebut, dalam hal ini pelaku berusaha menjustifikasi sesuatu yang salah menjadi sesuatu yang benar, lalu mereka berbicara lagi tentang yang lain, misal diterimanya prostitusi sebagai sebuah kewajaran di negara-negara maju.

Lebih lanjut, menurut Felix penyebab dari nakal pemikiran salah satunya adalah karena membaca referensi feminisme. Yang menghitung kebahagiaan wanita hanya dari materi, hanya dari fisik, dan menihilkan Tuhan serta hari pembalasan.

“Wajar mereka tidak pernah berbicara tentang sesuatu selain daripada materi, maka ketika mereka berbincang tentang perempuan yang mulia mereka nilai dari materinya,” tuturnya.

Felix pun menyimpulkan bahwa dari sinilah pentingnya bagi semua muslimah khususnya orangtua, memahami pentingnya Islam. Agar kelak anak-anak tidak merendahkan wanita seperti demikian.

“Bayangkan bagaimana sakitnya perasaan orangtua mereka, saat pernikahan diremehkan dan dihinakan begitu rupa, perzinaan dianggap lebih hebat dari pernikahan,” tandasnya.

BACA JUGA  Muslim Uighur Donasikan 5 Kapal untuk Nelayan Korban Tsunami di Lampung

Postingan Felix Siauw tersebut pun menuai beragam reaksi netizen. Salah satunya komentar dari @radinazario, menurutnya mahar dari seorang calon suami kepada istri adalah simbol kewajiban untuk menafkahi istrinya.

“Mahar adalah simbol bahwa seorang laki-laki berkewajiban menafkahi isterinya, dan tidak bisa dibandingkan dengan menjual diri 80jt atau seberapa pun harganya. Jika ingin hitung-hitungan dengan materi seorang yang maharnya meski hanya seperangkat alat sholat itu jauh lebih banyak dari yang sekali ngangkang 80 juta. Bahkan tanggungannya seumur hidup dia dinafkahi suaminya,” tulisnya.

Reporter: Reno
Editor: Rusydan

 

Ikuti Topik:

2 comments on “Felix Siauw: Ada yang Lebih Berbahaya dari “80 Juta””

  1. Umar

    Mantab ustadz, orang materialistik menganggap dunia yg sebentar adalah segalanya, lupa kalo mereka mati akan mempertanggung jawabkan segalanya

  2. Andi Hartono

    SUBHANALLAH
    sangat mencerahkan pak ustadz
    Barokallah fii umrik pak ustadz

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Felix Siauw: Toleransi Itu Simpel

Indonesia - Jum'at, 04/01/2019 13:54

Resep Bahagia Ala Felix Siauw

Indonesia - Ahad, 25/11/2018 10:28