Terkait Uang, Kredibilitas Lembaga Survei Politik Dipertanyakan

Foto: Survei. (Ilustrasi)

KIBLAT. NET, Jakarta – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengaku kecewa dengan banyaknya lembaga survei yang memberikan angin surga kepada salah satu calon, tetapi pada akhirnya hasil survei yang dirilis meleset hingga berujung pada kegaduhan.

“Lembaga survei seharusnya menjadi lembaga yang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Tetapi di Indonesia ada masalah uang, sehingga fungsi lembaga tersebut harus dilihat untuk apa dan siapa?” katanya dalam acara “Menyorot Kredibilitas Lembaga Survei pada Pilpres 2019” di Rumah Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (10/01/2019).

Dia menjelaskan survei adalah kajian akademis yang hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Hasil survei memang terkadang bisa meleset, tetapi yang tidak boleh adalah berbohong demi menjatuhkan satu pihak tertentu.

“Saat Pilgub DKI 2016-2017 saya melihat banyak hasil survei yang tidak masuk akal. Ketika lembaga survei ini saya tanya argumentasinya, jawabannya pun tidak masuk akal. Anehnya lembaga survei yang ramai di Pilgub DKI itu kini tidak terlihat lagi. Berarti di sini ada permainan yang dapat menjatuhkan salah satu calon,” tuturnya.

Siti Zuhro menyampaikan survei yang dilakukan dengan cara akademis perbedaan antar lembaga survei paling tidak hanya sedikit. Tidak lebih dari puluhan persen.

“Jauh lebih elegan dan etis, hasil survei jika hendak dikeluarkan kepada publik harus dipikirkan. Jangan sampai hasil survei hanya menimbulkan kekhawatiran, tetapi harus menjadi acuan tolak ukur yang berkredibilitas,” tukasnya.

BACA JUGA  Kinerja PLN dan Pertamina Buruk, KAMMI Desak Jokowi Pecat Menteri BUMN

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

TNI Akan Berjaga di Tanah Abang Hingga Hari Ahad

Indonesia - Jum'at, 24/05/2019 22:06