Pria Australia Kirim Puluhan Paket Berbahaya ke Konsulat dan Kedutaan Asing

Foto: Petugas pemadam kebaraan Australia mengevakuasi paket berbahaya dari salah satu konsulat asing

KIBLAT.NET, Melbourne – Polisi Australia menenangkap pada Kamis (10/01) seorang pria berusia 49 tahun atas tuduhan mengirim 38 paket berisi bahan berbahaya ke kedutaan dan konsulat di seluruh negri.

Paket-paket tersebut telah sampai di lebih dari 12 misi asing pada hari Rabu, termasuk misi AS dan Inggris di Melbourne.

Polisi Australia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pria bernama Savas Avan itu mengirim bahan berbahaya melalui layanan pos, sebuah kejahatan yang pelakunya terancam hukuman maksimum hingga 10 tahun penjara.

Polisi mengatakan paket itu berisi asbes, yang sebelumnya telah digunakan secara luas dalam konstruksi dan dapat menyebabkan kanker.

Polisi berhasil mengamankan 29 paket dan berusaha menyusuri sisanya. Aparat tidak menjelaskan rincian lebih lanjut termasuk bagaimana asbes itu bisa didapat atau motif di balik pelaku.

Media Australia menyebutkan pada Rabu (08/01) bahwa paket-paket itu tampaknya berisi kantong plastik yang diisi dengan semen dan asbes.

Surat kabar The Edge melaporkan bahwa seorang pemadam kebakaran terlihat di depan konsulat Korea Selatan di Australia dan membawa tas plastik bertanda “asbes”.

Negara-negara lain yang melaporkan pengiriman paket ke misi mereka di Melbourne termasuk Denmark, Mesir, Yunani, India, Italia, Jepang, Pakistan, Spanyol, Swiss, dan Thailand. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan.

Avan, yang awalnya polisi menyebut umurnya 48 tahun, akan diadili pada bulan Maret.

BACA JUGA  Khawatir Dipulangkan, Ribuan Pengungsi Rohingya Tinggalkan India

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan bahwa Avan mengirim peket ke semua misi diplomatik di Canberra minggu ini setelah menerima tiga markas yang mencurigakan di ibukota dan Sydney. Deplu pun mengirim surat peringatan kepada seluruh kedutaan dan diplomat.

“Memo itu menyarankan misi untuk menangani surat sesuai dengan protokol dan arahan pemerintah mereka,” kata seorang juru bicara kementerian.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga