Saudi Tetapkan Usia Minimal Menikah 18 Tahun

Foto: Bendera Arab Saudi

KIBLAT.NET, Riyadh – Dewan Syura Arab Saudi, Rabu (10/01), menetapkan peraturan baru usia minimal pernikahan bagi warga negaranya. Pernikahan hanya boleh bagi pria atau wanita yang telah mencapai 18 tahun atau 15-17 tahun namun dengan syarat disidang di pengadilan khusus terlebih dahulu. Sementara yang kurang dari usia 15 tahun tidak boleh sama sekali menikah.

Ketua Komite Hak Asasi Manusia di Dewan Syura Saudi, Hadi Al-Yami, mengatakan bahwa peraturan ini ditetapkan berdasarkan studi mendalam yang disiapkan oleh beberapa badan dan dirujuk ke Dewan. Keputusan baru adalah bahwa Komite Urusan Islam Dewan Syura telah menaikkan usia pernikahan menjadi 18 tahun menurut sistem perlindungan anak internasional. Pelarangan mutlak menikah bagi anak yang belum berusia 15 tahun.

Al-Yami mengatakan kepada Al-Sharq Al-Awsath bahwa Dewan merasakan pentingnya masalah ini melalui proyek, yang memasuki tahun kedua. Dia menunjukkan bahwa peraturan baru ini akan melindungi keluarga dan mengurangi tingkat perceraian yang tinggi.

“Pernikahan dini kadang-kadang menyebabkan masalah kesehatan dan keluarga dan tingkat perceraian yang tinggi, dan ini adalah hasil studi yang kami buat dalam proyek ini,” katanya.

Atas pertanyaan angggota Dewan, apakah Arab Saudi hampir memberlakukan undang-undang melarang pernikahan di bawah usia 18 tahun, Al-Yami mengatakan, “Keputusan ini bukan sistem, tetapi masalah kontrol. Peraturan ini mengatur proses pernikahan dan mengelolanya dengan cara yang mencapai perlindungan yang diperlukan untuk kategori ini. Urusan sosial dan prosedur lainnya, dan pada akhirnya keputusan harus dibuat oleh pengadilan yang kompeten sehubungan dengan otorisasi pernikahan.”

BACA JUGA  Menlu Saudi: Terlalu Dini untuk Normalisasi Hubungan dengan Suriah

Khalid al-Fakhri, anggota Masyarakat Nasional untuk Hak Asasi Manusia, menggambarkan peraturan ini sebagai “konsisten dengan Konvensi Saudi tentang Hak Anak dan dengan sistem perlindungan anak di negara itu, yang menekankan bahwa kontrak pernikahan di bawah 18 tahun hanya Melalui pengadilan yang kompeten.”

Sumber: Al-Sarq Al-Ausath
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

MUI akan Berkunjung ke Hebron, Ada Apa?

Video News - Selasa, 19/03/2019 18:04