Taliban Luncurkan Serangan Serentak di Empat Provinsi

Foto: Pejuang Taliban terus menggelorakan jihad mengusir penjajah dan pemerintah boneka Afghanistan

KIBLAT.NET, Kunduz – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) kembali meluncurkan operasi penyerangan menargetkan pasukan pemerintah Kabul. Sedikitnya 32 tentara dan milisi pro pemerintah tewas dalam serangan serentak di empat provinsi ini.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa serangan itu diluncurkan pada Kamis pagi (10/01). Target serangan pos-pos tentara di provinsi Kunduz, Baghlan, Tukhar dan Badghis.

Kepala distrik Qal’ah Zal di provinsi Kunduz, Ahmad Fahim Qarluq, mengatakan bahwa Taliban mengerahkan banyak pasukan untuk menyerang pos-pos pemeriksaan yang dijaga polisi pada Kamis pagi. Setidaknya 10 tentara dan aparat kami tewas dan 11 lainnya luka-luka.

Ia mengklaim, sebanyak 25 anggota Taliban tewas.

Sumber pejabat lainnya menyebutkan, sebanyak 16 anggota milisi pro pemerintah tewas dalam serangkaian serangan di pos-pos penjagaan di provinsi Baghlan dan Tukhar yang bersebelahan.

Mereka juga mengklaim Taliban mengalami kerugian banyak.

Pada bagiannya, juru bicara provinsi Badghis mengatakan bahwa enam pasukan kemanan tewas dan 10 lainnya luka-luka dalam pertempuran dengan Taliban.

Sementara itu, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid membenarkan bahwa pejuangnya meluncurkan serangkaian serangan pada Kamis pagi. Operasi itu menewaskan puluhan tentara dan milisi pro pemerintah. Tidak hanya itu, pejuang juga merebut banyak senjata dan amunisi rampasan.

Serangan Taliban tidak surut meski upaya negosiasi untuk “perdamaian” Afghanistan saat ini tengah berlangsung. Taliban dan AS sudah tiga kali pertemu namun belum meraih kesepakatan paripurna.

BACA JUGA  Semasa Hidup, Mullah Umar Ternyata Sembunyi Tak Jauh dari Pangkalan AS

Taliban berupaya memposisikan diri sebagai pihak kuat dalam negosiasi tersebut. Segala syarat dan pelaksanaan negosiasi yang tak sesuai dengan kepentingannya ditolak. Namun demikian, AS masih ingin melanjutkan pembicaraan itu.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Editorial: Taliban, Bukan Lagi Potret Distopia

Editorial - Sabtu, 02/03/2019 06:08