Ratusan Rumah di Bandung Rusak ‘Disapu’ Puting Beliung

Foto: rumah rusak karena puting beliung di Bandung

KIBLAT.NET, Jakarta – Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa terjadi puting beliung yang melanda Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Jawa Barat pada 11/1/2019 pukul 15.15 WIB.

Menurutnya, puting beliung tersebutc menyebabkan rumah penduduk rusak dan pohon tumbang. Data sementara yang berhasil dihimpun BPBD Kabupaten Bandung dampak puting beliung tercatat 1 orang luka berat, 15 orang luka ringan, 15 rumah rusak berat, 71 rumah rusak ringan.

“Dan lebih dari 300 rumah rusak yang belum dikelompokkan tingkat kerusakannya. Diperkirakan jumlah kerusakan rumah dan bangunan bertambah karena pendataan masih berlangsung,” katanya kepada Kiblat.net melalui siaran persnya pada Jumat (12/01/2018).

Ia menyebutkan bahwa daerah yang mengalami kerusakan antara lain Perum Rancaekek Kencana Blok 16 RW 16. RW 08 Desa Jelegong Kec Rancaekek, dan beberapa perumahan lain. “Atap rumah banyak yang diterbangkan oleh puting beliung,” paparnya.

Sebelum kejadian, kata dia, pagi cuaca cerah kemudian pada siang awan-awan banyak terbentuk dan terdapat awan Cumulonimbus yang menutup daerah di Rancaekek dan sekitarnya. Langit terlihat mendung dan cuaca gerah atau sumug.

“Menjelang sore kemudian bertiup angin yang makin lama makin kencang disertai hujan berintensitas sedang hingga tinggi. Puting beliung terlihat di langit sesaat,” ungkapnya.

BPBD Kab. Bandung, lanjutnya, saat ini masih melakukan pendataan. Pemasangan tenda pengungsi oleh TNI dan Brimob Polda Jabar didirikan untuk menampung sebagian masyarakat yang mengungsi. Tagana, BPBD dan relawab membantu pengungsi. Kondisi listrik masih padam.

BACA JUGA  Begini Pengamanan di Sekitar Mahkamah Konstitusi Jelang Sidang Sengketa Pilpres

“Sedangkan kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsi sementara, terpal, alat penerangan, bahan makanan dan air bersih,” pungkas Sutopo.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga