Bicara Krisis Uighur, LHKI Muhammadiyah Singgung Amerika

Foto: Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Wachid Ridwan (kiri)

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Wachid Ridwan mengatakan ada kemungkinan Amerika Serikat menggunakan isu Uighur untuk kepentingan mereka. Menurutnya, masyarakat harus hati-hati.

“Ini kan persoalannya agak kompleks, kalau saya memandangnya dari sisi kemanusiaannya. Tapi di sisi yang lain kita tidak tahu, mungkin itu ada kepentingan Amerika yang bersaing dengan Cina,” kata Wachid di gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat usai menerima kunjungan diaspora Uighur, Senin (14/01/2019).

Wachid mengatakan, Amerika bisa saja mem-blow up isu Uighur demi mendapat keuntungan. “Itulah yang sering kita dengar namanya proxy-proxy itu.”

“Jadi ada perang antara Amerika dengan Cina, tapi yang kena kemudian kita-kita ini, dengan menggunakan isu sentimen Uighur itu tadi,” jelasnya.

Jika ingin mengambil sikap dalam masalah Uighur, kata dia, harus terfokus dengan isu pelanggaran HAM yang terjadi.

“Kita akan sangat hati-hati untuk merespon masalah ini, kalaupun kita merespon agak keras, tentu pada sisi yang tadi saja, yang HAM-nya,” ujarnya.

“Artinya, kita (Muhammadiyah) kemudian tidak digunakan oleh pihak yang lain untuk memojokkan Cina dengan Uighurnya ini,” imbuh Wachid.

Dalam hal ini, maslah Uighur menurutnya difokuskan dalam rangkan penghormatan terhadap HAM, terutama kebebasan beragama orang-orang muslim.

“Sehingga kita tidak ikut pada pertempuran mereka ini, Barat dengan Cina. Tapi kita tetap memperjuangkan hak orang Muslim,” pungkasnya.

BACA JUGA  Faktor Cina, Pemerintah Indonesia Dinilai Berbeda Sikapi Rohingya dan Uighur

Reporter: Fanny Alif
Editor: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Muhammadiyah Bertekad Bisa Menyebar ke Pelosok Dunia

Indonesia - Jum'at, 15/02/2019 19:15