Muhammadiyah Terima Kunjungan Diaspora Muslim Uighur

Foto: Pertemuan diaspora muslim Uighur dengan PP Muhammadiyah.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendapat kunjungan dari orang Uighur yang tinggal di luar Cina pada Senin (14/01/2018) usai waktu shalat Ashar. Rombongan diterima oleh Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, Wachid Ridwan.

Wachid mengatakan, diaspora Muslim Uighur menjelaskan beberapa hal seputar kondisi yang dialami Muslim Uighur kepada Muhammadiyah. Termasuk tentang kamp konsentrasi yang dibuat pemerintah Cina.

“Dia (diaspora Uighur) mengatakan, memang kalau (laporan) secara tulisan formal, resmi, susah. Karena memang itu sangat-sangat tidak mungkin dilakukan,” ujar Wachid.

“Pemerintah Tiongkok telah mengakui keberadaan kamp itu, sedangkan perlakuan penyiksaan dan lain sebagainya tidak pernah diakui oleh pemerintah Tiongkok,” tambahnya.

Wachid mengatakan bahwa diaspora Uighur berharap agar Muhammadiyah bisa mengambil langkah diplomatis untuk menanggapi persoalan tersebut.

“Sebagai institusi non pemerintah kita bisa menggunakan pressure group ini bagaimana perlakuan terhadap Uighur, ini harus jauh lebih baik dan demokratis dan menghargai hak-hak asasi manusia,” ungkap Wachid.

Adapun hasil dari pertemuan tersebut, Wachid mengatakan belum ada komitmen yang telah disepakati. Akan tetapi telah terjalin silaturrahim dan hubungan komunikasi dengan diaspora Uighur.

“Kita akan melaporkan dari lembaga ke pimpinan pusat, tentang pertemuan ini tadi. Tidak ada substansi yang sangat mendasar dan tidak ada komitmen apapun tetapi kita sudah menjalin hubungan komunikasi dan silaturrahim dan itu yang menurut kita penting,” kata Wachid

BACA JUGA  Kenapa RUU P-KS Harus Ditolak? Ini Alasannya Menurut MUI

“InsyaAllah kita sesama muslim akan kerja sama terus untuk ke depan,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Muhammadiyah Bertekad Bisa Menyebar ke Pelosok Dunia

Indonesia - Jum'at, 15/02/2019 19:15