Pemain Bola Pun Ikut Dijebloskan ke Kamp Konsentrasi Uighur

Foto: Pemain bola Uighur Erpat Ablekrem (24)

KIBLAT.NET, Xinjiang – Pihak berwenang di Daerah Otonomi Xinjiang, Cina barat laut telah menahan seorang kiper Erpat Ablekrem (24) di kamp konsentrasi. Ablekrem adalah pemain sepak bola profesional dan memiliki cita-cita tinggi, ia ditangkap setelah melakukan kontak dengan Abdulehet, sepupunya di luar Cina.

Ablekrem, juga dikenal dengan nama Aierpati Abulaikeremu, ditahan di kota kelahirannya di kota Ghulja (dalam bahasa Cina, Yining), di Prefektur Otonomi Ili Kazakh (Yili Hasake) pada bulan Maret tahun lalu.

“Saya menerima berita bahwa dia telah dibawa ke kamp pendidikan ulang pada bulan Maret tahun lalu,” kata Abdulehet. “Saya percaya dia masih di Ghulja di salah satu kamp re-edukasi regional.”

Abdulehet mengatakan dia mengetahui penahanan sepupunya dari seseorang yang dirahasiakan namanya. Karena semua kerabatnya di Xinjiang menghapusnya dari daftar kontak karena takut dianiaya oleh otoritas setempat.

“Dia adalah satu-satunya di keluarga yang telah ditangkap, dan saya percaya alasan penangkapannya adalah karena terus berhubungan dengan kami,” katanya.

Abdulehet mengatakan dia mendengar kabar terakhir Ablekrem pada Januari tahun lalu, ketika dia meninggalkan pesan suara di akun WeChat-nya.

Menurut informasi yang diposting oleh penggemar sepak bola di media sosial, Ablekrem mulai bermain sepak bola di sekolah dasar di Ghulja pada usia tujuh tahun. Dia terpilih untuk bermain di turnamen nasional yang diadakan di Shandong pada usia 10 tahun.

BACA JUGA  Trump dan Xi Bertemu di KTT G-20, Siapa Lebih Diuntungkan?

Dia bermain untuk sejumlah tim di Ghulja dan berkompetisi di beberapa turnamen di Xinjiang, serta untuk tim Liga Super Cina, Shandong Luneng Taishan FC, sebagai bagian dari skuad National Under 17 Youth League.

Abdulehet mengatakan sepupunya masuk universitas jurusan tata kota. Tetapi dia pergi setelah dua tahun untuk mengejar mimpinya menjadi pemain sepak bola profesional.

“Dia mengatakan telah mencoba masum tim ‘di Daratan Cina’ dan menerima pujian dari manajer, tetapi ditolak ‘karena seorang Uighur’,” kata Abdulehet.

Setelah dia kembali ke Ghulja, Ablekrem bekerja sebagai sopir taksi karena menjadi pemain bola dari Uighur sulit untuk mencari penghasilan.

Juret Zahir, mantan pelatih sepak bola terkemuka dari Xinjiang yang sekarang tinggal di AS, mencatat bahwa penangkapan Ablekrem terjadi setelah penyerang Liga Super Cina Erfan Hezim, yang juga dikenal dengan nama Tionghoa Ye Erfan, ditangkap pada Februari tahun lalu.

Zahir mengatakan, penahanan itu mengindikasikan bahwa pemerintah Cina secara sistematis menargetkan orang-orang terbaik dari komunitas Uighur.

Sumber: RFA
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga