Pendiri Blackwater Sarankan Trump Tempatkan Tentara Bayaran di Suriah

Foto: Pendiri perusahaan militer swasta AS Blackwater, Eric Prince

KIBLAT.NET, Washington – Pendiri perusahaan militer swasta AS Blackwater, Eric Prince, mengusulkan solusi kepada Presiden Donald Trump untuk mencegah kekosongan keamanan di Suriah utara setelah pasukan AS menarik diri.

Pendiri dan mantan presiden perusahaan yang dituduh melakukan kejahatan perang di Iraq tersebut mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Fox Business baru-baru ini, seperti dilansir Shaam Network pada Rabu (16/01), solusi itu dengan menempatkan pasukan bayaran di wilayah yang ditinggalkan militer AS. Upaya ini untuk melawan “pengaruh Iran” setelah keluarnya militer AS dari Negara itu.

“Amerika Serikat tidak memiliki tanggung jawab strategis jangka panjang untuk tetap berada di Suriah,. Tetapi saya pikir meninggalkan sekutu kita bukanlah hal yang baik,” kata Prince merujuk pada militan Kurdi yang menghadapi kemungkinan intervensi Turki di Suriah utara.

Mantan anggota pasukan khusus Navi Sills ini mengatakan penggunaan perusahaan keamanan swasta akan memungkinkan Trump merealisasikan janji pemilu untuk mengakhiri ‘perang eksternal’ AS namun tetap menjaga keamanan sekutu Washington.

Blackwater didirikan pada tahun 1997 dan menerima jutaan dolar dari pemerintah AS untuk layanan yang diberikan oleh para anggotanya di Iraq dan Afghanistan.

Pelanggaran dan kejahatan perang yang dilakukan oleh anggota perusahaan ini, termasuk pembunuhan 17 warga sipil tak berdosa di Baghdad tengah pada 2007. Hal itu memicu debat sosial di Amerika Serikat mengenai penggunaan pemerintah atas perusahaan keamanan swasta.

BACA JUGA  Jenderal AS: Terlalu Dini Mengumumkan Menang Atas ISIS

Sumber: Shaam Network
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga