Komentari Batal Bebasnya Ustadz ABB, Din Syamsuddin Singgung Terorisme Ekonomi

Foto: Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Din Syamsuddin

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menuntut keadilan dalam polemik pembatalan pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB). Menurutnya, pemerintah seakan hanya menjadikan persoalan itu sebagai komoditas politik.

“Katanya ada juga ya yang masa tahanannya lebih panjang tapi sudah bebas karena dapat remisi banyak. Itu lho yang melakukan terorisme ekonomi lewat bank Century. Kan sama-sama dituduh teroris kan. Nah, harus berkeadilan,” kata Din kepada awak media di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Mantan Ketua Umum MUI Pusat itu meminta pembebasan Ustadz ABB harus diselesaikan secara hukum, jika persoalannya adalah masalah hukum dan prosesnya harus berada dalam koridor hukum. Dia menekankan pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki itu harus dibebaskan jika memang sudah waktunya bebas.

“Jika sudah waktunya bebas, bebaskan. Jangan jadi komoditas politik, kasihan nanti,” ujarnya.

“Buktinya sekarang sudah menjadi pro kontra seperti itu,” imbuh Din.

Din juga menyampaikan empatinya kepada Ustadz ABB atas polemik ini. Menurutnya, batal bebas membuatĀ pria 81 tahun itu merasakan ketidakadilan.

“Intinya harus berlangsung dalam koridor hukum. Kalau sudah waktunya, bebaskan. Kalau belum waktunya ya tidak dibebaskan. Tapi harus berkeadilan dengan terpidana-terpidana lain,” tukasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: Imam S.

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga