Tahrir Al-Syam dan Hurrasudin Sepakat Redakan Ketegangan

Foto: Pejuang HTS

KIBLAT.NET, Idlib – Organisasi Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) dan Hurrasudin sepakat mengakhiri ketegangan antara keduanya yang berlangsung beberapa hari terakhir. Keduanya sepakat membentuk pengadilan independen untuk menyelesaikan segala persoalan penyebab ketegangan.

Berdasarkan teks perjanjian yang dipublikasikan oleh para komandan HTS pada Jumat (08/02), seperti dilansir Enabbaladi.net, kedua organisasi sepakat membentuk pengadilan untuk menyelesaikan darah yang tertumpah dalam insiden terakhir. Pengadilan ini dipimpin oleh Abu Mohammed Wahob. Anggota yang terlibat menembakkan senjata kepada pihak lain sudah ditangkap dan diajukan ke pengadilan tersebut.

Dalam teks tersebut juga disebutkan, jika Hurrasudin ingin melakukan pekerjaan kontrol di wilayah Al-Badiyah di Idlib, harus dilakukan di bawah koordinasi HTS setempat.

Insiden ketegangan terjadi ketika mobil yang membawa anggota HTS pada Kamis lalu ditembaki oleh anggota Hurrasudin saat melintas di wilayah Al-Badiyah di pedesaan Idlib. Serangan itu menyebabkan sejumlah anggota HTS terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Setelah insiden itu, Mazen Abu Mohammed, komandan elit sektor barat HTS mengatakan bahwa anggota Hurrasudin menembaki mobil yang ditumpangi anggota kami meskipun mereka telah mengetahui bahwa di mobil tersebut unsur-unsur HTS.

Hubungan antara HTS dan Hurrasudin tegang setelah kedua pihak bertemu untuk menyelesaikan insiden penembakan itu. Hurrasudin tidak sepakat dengan poin-poin proposal yang diajukan oleh HTS terkait pengaturan wilayah Idlib. Pertemuan itu sendiri tak hanya menyelesaikan insiden penembakan, namun lebih luas mengenai pengaturan kontrol wilayah Idlib.

BACA JUGA  Pangkalan Rusia Tembakkan Tiga Rudal Balistik ke Idlib

Proposal tersebut berisi dari pembentukan dewan militer bersatu yang dipimpin oleh para mantan tentara rezim yang bergabung di Faylaq Al-Syam atau Free Syrian Army (FSA).

Dewan militer itu memiliki keputusan perdamaian dan perang di utara Suriah. Selain itu, HTS harus membuka jalan bebas hambatan internasional dengan rezim Suriah.

Poin-poin yang diajukan oleh HTS tersebut membuat pemimpin Hurrasudin, Abu Hammam Al-Shami dan Sami Al-Uraidi, juga mengajukan tuntutan. Yaitu, dikembalikannya senjata dan amunisi mereka yang masih dipegang HTS. Seperti diketahui, para komandan dan anggota Hurrasudin sebelumnya bagian dari HTS. Mereka keluar setelah tidak sependapat dengan kebijakan organisasi.

Tuntutan Hurrasudin itu tidak diakomodir sehingga pertemuan saat itu berakhir tanpa kesepakatan.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

HTS Gelar Operasi Khusus di Luar Garis Kontrol

Suriah - Jum'at, 29/03/2019 09:14