Dua Bulan Menjelang Pemilu, Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Foto: Bahan bakar minyak (BBM) Pertamina

KIBLAT.NET, Jakarta – Menjelang pemilu serentak pada April mendatang, Pertamina kembali menurunkan harga BBM Non Subsidi. Penurunan harga tersebut dimulai sejak 10 Februari 2019 pukul 00.00 waktu setempat (WIT, WITA, dan WIB).

Dilansir dari situs resmi Pertamina, kebijakan penyesuaian harga dilakukan karena menguatnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika. Selain itu, turunnya harga minyak dunia dan daya beli masyarakat juga menjadi faktor penting bagi Pertamina dalam menurunkan harga BBM Non Subsidi.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid menjelaskan, sebagai badan usaha hilir migas, Pertamina tunduk pada mekanisme penentuan harga dengan mempertimbangkan dua faktor utama, yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah.

“Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif, sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap harga jual BBM,” ungkap Mas’ud.

Adapun Harga BBM non subsidi yang mengalami penyesuaian harga adalah: Pertamax Turbo turun sebesar Rp 800/liter, Pertamax turun Rp 350/liter, Dexlite turun Rp 100/liter, dan Dex turun Rp 50/liter. Sedangkan Pertalite tidak mengalami penurunan, tetap Rp 7.650 per liter.

Selain itu, Pertamina juga melakukan penyelerasan harga Premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali menjadi Rp 6.450 per liter sehingga sama dengan harga di luar ketiga wilayah tersebut. Sebagai informasi, harga BBM di beberapa wilayah berbeda karena adanya pemberlakuan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda untuk setiap wilayah.

BACA JUGA  Soal Kasus Baiq Nuril, Nasir Djamil: UU ITE Harus Direvisi

“Semua harga BBM ini juga sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM jenis Bahan Bakar Minyak Umum sebesar minimal 5% dan maksimal 10% dari harga dasar,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan

 

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga