Israel Tangkap Warga Gaza yang Seberangi Perbatasan

Foto: Pasukan pendudukan Israel [Wisam Hashlamoun / Apaimages]

KIBLAT.NET, Gaza – Tentara Israel menangkap seorang warga sipil Palestina yang menyeberang ke Israel dari Jalur Gaza pada Ahad (10/02/2019).

Pria tak bersenjata itu ditangkap tak lama setelah dia menyeberang ke perairan Israel. Dia diserahkan ke dinas keamanan Shin Bet untuk diinterogasi.

Menurut statistik resmi, jumlah tahanan Palestina yang mendekam di balik jeruji mencapai 6.000, termasuk 270 anak-anak dan 52 wanita.

Kamp Konsentrasi di Gaza

Israel memiliki rencana untuk mengisolasi Jalur Gaza dan mengubahnya menjadi kamp konsentrasi. Namun, rencana ini tidak terkait dengan Hamas yang mengatur pemerintahan di dalamnya.

Jurnalis Israel Amira Hass menuliskan laporan tersebut di situs Haaretz. Dia mengatakan bahwa otoritas Israel memperketat cengkeraman mereka di Jalur Gaza, membuat kekhawatiran berbagai pihak

“Jalur Gaza hari ini adalah kamp konsentrasi,” tulis Hass pada Jumat (08/02/2019).

“Jalur Gaza ditutup, seperti kamp yang terkurung dan terpisah, tinggal sekitar dua juta orang di salah satu tempat paling padat penduduknya di dunia. Sekitar 70 persen dari mereka adalah keturunan pengungsi yang diusir dari rumah mereka. Tidak adanya kebebasan bergerak memaksa mereka untuk hidup dalam pengangguran, kemuraman, kemiskinan, penyakit, depresi, air dan tanah yang terkontaminasi, dan ketergantungan pada bantuan yang terus berkurang. Sekalipun tanpa pemboman dan serangan militer.”

“Kamp konsentrasi Gaza telah ada di bawah kondisi yang lebih keras selama hampir tiga dekade, sebelum Hamas mengambil alih.”

BACA JUGA  300 Warga Palestina Terbunuh, Netanyahu: Itu Kebijakan Kami

“Israel memiliki tujuan politik dalam pikiran untuk mengubah Gaza menjadi kamp konsentrasi raksasa: Mengisolasin penduduknya dari orang-orang Palestina sehingga akan menjadi entitas yang terpisah, kehilangan sejarah, akar dan kepemilikan.”

Sumber: Anadolu, Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga