Persatukan Pemerintahan Sipil di Idlib, Konferensi Umum Revolusi Suriah Digelar

KIBLAT.NET, Idlib – Idlib kembali menyaksikan konferensi untuk menentukan masa depan wilayah yang dibebaskan dari rezim Bashar Assad. Konferensi tersebut digelar pada Ahad (10/02) di Bab Al-Hawa. Tujuan konferensi ini membentuk Dewan Syura yang nantinya menyusun pemerintahan bersatu di Idlib.

Seperti dilaporkan portal Enabbaladi.net, pertemuan yang digelar pada Ahad pagi itu dinamai “Konferensi Umum Revolusi Suriah”. Seluruh pelaku revolusi, tokoh dan pemimpin masyarakat diundang. Mereka diajak duduk membahas pembentukan pemerintahan bersatu melalui Dewan Syura di wilayah utara.

Konferensi ini disponsori oleh Dewan Lokal (pemerintahan oposisi tingkat lokal), akademisi, Dewan Syura suku, berbagai perkumpulan dan Pemerintah Darurat Idlib.

Ketua Panitia Konferensi, Faruq Kashkash, menjelaskan dalam pemaparannya di sesi pembuka mengenai mekanisme pembentukan Dewan Syura ini. Ia menekankan bahwa Dewan ini akan menentukan bentuk pemerintahan masa depan di Idlib. Dewan akan memiliki kewenangan apakah akan mengubah bentuk, penamaan atau lembaga pemerintahan yang sudah ada saat ini.

Mekanisme ini mencukupkan untuk memilih tokoh-tokoh yang mumpuni dari berbagai kalangan dan dari berbagai wilayah di Idlib, termasuk warga yang mengungsi di luar Suriah.

Kemudian akan dipilih sepuluh orang yang tugasnya fokus membentuk Komite Tinggi untuk Pemilihan. Komite ini menentukan kriteria bagi calon anggota Dewan Syura dan pengembangan mekanisme pemilihan dan program waktu yang berkaitan.

Menurut Kashkash, di antara syarat yang sudah ditentukan untuk kandidat anggota Dewan Syura harus berusia minimal 30 tahun dan maksimal 60 tahun, memiliki kualifikasi ilmiah dan memiliki sejarah kerja dalam revolusi Suriah.

BACA JUGA  Kelompok Jihadis Baru di Idlib Luncurkan Operasi Perdana

Orang-orang yang terlibat dalam Komite Tinggi untuk Pemilihan tidak boleh dipilih atau mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Syura. Karena komite itu yang akan mengumumkan pembentukan Dewan Syura yang menjadi dasar pemerintahan masa depan.

Konferensi ini digelar beberapa pekan setelah perluasan pengaruh Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) di Idlib dengan mengorbankan faksi “Free Syrian Army (FSA)”, dan perluasan kerja “Pemerintah Darurat”.

Selain itu, kondisi Idlib saat ini pada situasi “sensitif” menyusul ancaman serangan militer Rusia dengan dalih memerangi kelompok ekstremis (baca: HTS).

Seperti diketahui, banyak pemerintahan oposisi di wilayah Idlib. Kondisi itu membuat provinsi yang mayoritas direbut oleh oposisi itu tidak stabil. Masing-masing pemerintahan memiliki kebijakan sendiri-sendiri. Bahkan, sebagian pemerintahan hanya bekerja untuk kelompok dan wilayahnya saja.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga