Referendum II: Lanao del Norte Menolak Bergabung dengan Otonomi Bangsamoro

Foto: Lanao del Norte menolak BOL

KIBLAT.NET, Manila – Lanao del Norte menolak menggabungkan sejumlah area kunci provinsi tersebut ke wilayah otonomi baru Bangsamoro. Menurut hasil tidak resmi sehari setelah plebisit putaran kedua Bangsamoro digelar, provinsi Lanao del Norte dilaporkan menolak aspirasi 6 kota municipal di wilayah mereka yang ingin bergabung dengan Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM). Keenam municipal itu adalah Tagoloan, Balo-i, Pantar, Munai, Nunungan, dan Tangkal.

Dalam plebisit putaran II tanggal 6 Februari lalu diikuti oleh pemilih dari 22 kota municipal (kecuali Illigan City) di seluruh provinsi Lanao del Norte untuk menentukan nasib 6 kota yang ingin bergabung dengan pemerintah Bangsamoro. Sebagaimana syarat dan ketentuan yang berlaku, untuk bisa bergabung dengan wilayah otonomi BARMM, sebuah municipal harus menang ganda, artinya didukung warganya alias mendapatkan suara mayoritas di internal municipal tersebut, sekaligus didukung oleh unit induk yaitu suara mayoritas gabungan 21 municipal yang lain.

Dan faktanya adalah mayoritas warga di masing-masing 6 kota municipal memilih “Yes”, namun suara mereka tidak cukup untuk melampaui jumlah suara pemilih “No” yang merupakan hasil rekapitulasi gabungan dari 21 municipal yang lain.

Hasil Selengkapnya sebagai berikut:

Kota Municipal Internal Municipal Gabungan 21 Municipal
Yes No Yes No
Balo-i 8.553 3.038 73.164 154.553
Munai 10.765 4 71.148 158.025
Nunungan 1.802 1.004 79.935 156.630
Pantar 7.840 256 73.992 150.705
Tagoloan 2.760 1.373 78.849 156.605
Tangkal 6.276 75.364 157.417
BACA JUGA  Mengapa Putaran Kedua Referendum Bangsamoro Harus Berjalan?

Hasil pemungutan suara referendum di Lanao del Norte kali ini konsisten atau secara umum sama dengan referendum sebelumnya tahun 2001. Pada saat itu mereka menolak sejumlah kota penting di wilayah mereka bergabung dengan ARMM. Syarat menang ganda menjadi hambatan tersendiri dan sekali lagi suara “double majority” masih terlalu besar untuk dikalahkan oleh aspirasi 6 municipal yang ingin bergabung dengan entitas baru Otonomi Bangsamoro.

Merujuk pasal-pasal dalam BOL (Undang-Undang Organik Bangsamoro) bahwa unit induk di provinsi Lanao del Norte memiliki hak suara yang menentukan. Inilah salah satu klausul yang selama ini kontroversial dan selalu diperdebatkan. Hasil plebisit kedua ini juga merupakan kemenangan besar bagi klan Dimaporo yang telah dengan gigih berkampanye untuk mempertahankan wilayah Lanao del Norte tidak masuk dalam wilayah otonomi Bangsamoro. Keluarga klan Dimaporo selama 4 dekade terakhir menjadi penguasa di provinsi Lanau Utara ini. Meskipun klan Dimaporo adalah Muslim, mereka ingin tetap berkuasa dan menolak bergabung dengan BARMM dengan mengandalkan suara pemilih Christian.

Sesuai dengan hasil plebisit II ini berarti BARMM gagal memperluas wilayah ke 6 kota municipal di Lanao del Norte meskipun kehadiran MILF dan pendukung-pendukungnya sangat kuat dan mayoritas di 6 kota tersebut.

Sumber: Rappler
Penerjemah: Yasin Muslim
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga