Berebut Wilayah, Milisi Rusia dan Iran Saling Serang di Hama

Foto: Hama Suriah

KIBLAT.NET, Hama – Pertempuran pecah antara milisi yang didukung Rusia dan kelompok-kelompok yang didukung Iran di Suriah untuk berebut pengaruh di daerah yang dikuasai. Sejumlah tentara tewas ketika Korps Kelima dan Divisi Kedelapan yang didukung oleh Rusia dan Divisi Keempat dukungan Pengawal Republik Suriah yang pro-Iran saling serang dengan senjata berat.

Pertempuran terjadi di pinggiran Hama setelah Divisi Keempat menolak untuk menyerahkan wilayahnya kepada Korps Kelima. Pertempuran meluas ke pos-pos pemeriksaan yang dikendalikan oleh kelompok yang dipimpin oleh Maher Al-Assad ini, saudara Presiden Suriah Bashar Al-Assad, yang pro-Iran.

Dilaporkan Ahram Online, Jumat (08/02/2019), kedua belah pihak mendatangkan bantuan militer untuk mempersiapkan pertempuran yang lebih luas selanjutnya.

Menurut sumber-sumber lokal, pertempuran pecah setelah terjadi sebuah perdebatan antara kedua kelompok tentang siapa yang berhak mengendalikan jalur tranportasi pemindahan barang.

Ketika ketegangan antara Moskow dan Teheran meningkat di barat laut Suriah, pasukan yang berafiliasi dengan tentara Suriah -termasuk anggota milisi Hizbullah Lebanon yang berafiliasi dengan Iran- terpaksa meninggalkan posisi mereka di Qalamoun, Suriah tengah sebagai bagian dari rencana Rusia untuk melemahkan peran militer Iran di Suriah.

Namun, pasukan Hizbullah tidak mundur ke Lebanon dan hanya ditugaskan kembali ke Suriah selatan, daerah yang lebih dekat ke perbatasan dengan Israel. Menurut sumber-sumber militer Lebanon, pengerahan kembali pasukan ke selatan diperintahkan oleh Pengawal Revolusi Iran yang dipimpin oleh Qassem Suleimani.

BACA JUGA  Teroris Penyerang Masjid Selandia Baru Serukan Aksi Supremasi Kulit Putih dari Penjara

Pada saat yang sama, pasukan Rusia di Daraa meminta pasukan Suriah untuk menarik agen-agennya dari pinggiran kota setelah mereka memfasilitasi ekspansi Syiah di Suriah selatan dengan merekrut orang-orang lokal ke dalam milisi Iran.

Rusia dan Iran telah bekerja sama di Suriah sejak intervensi militer Rusia dimulai pada September 2015. Rusia percaya bahwa jangkauan udara untuk milisi Iran diperlukan pada saat itu. Tetapi Rusia kemudian mengumumkan pembentukan Korps Kelima tahun lalu dan mendukung Al-Hassan dan Milisi Macan dengan mengorbankan milisi Iran.

Keretakan Iran-Rusia meluas ke ranah publik setelah pernyataan oleh Heshmat Bishah, ketua komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Dewan Syura Iran, pekan lalu.

Bishah menuduh Rusia berkonspirasi dengan Israel dengan melumpuhkan sistem rudal S300 di Suriah selama serangan udara Israel terhadap lokasi-lokasi Iran. “Ada koordinasi yang jelas antara Moskow dan Tel Aviv setiap kali ada serangan di dalam wilayah Suriah,” kata Rahal. “Jika Rusia mengaktifkan sistem rudal S300, Israel tidak akan melakukan serangan ini dengan mudah.”

Sumber: Al-Ahram
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga