Daftar Capres Afghanistan Diisi Wajah-wajah Lama, Taliban Sebut Pion Amerika

Foto: Wajah-wajah lama mendaftar sebagai calon presiden Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Beberapa saat lagi Afghanistan akan menggelar pemilu presiden. Tak ada nama-nama baru yang muncul dalam bursa calon presiden mendatang. Taliban menyoroti fenomena tersebut, dan menyebut para kandidat itu hanyalah sebagai pion Amerika dan membawa kehidupan rakyat Aghanistan makin menderita.

Menjelang pemilu presiden Afghanistan, Imarah Afghanistan menurunkan sebuah artikel berjudul “Apakah Amerika ingin memaksakan wajah-wajah ini ke Afghanistan?” dalam situs resmi alemarah. Dalam tulisan yang dipublikasikan pada Sabtu (26/01/2019) Taliban menyebut nama-nama yang mendaftar sebagai kandidat presiden adalah wajah-wajah lama. Bahkan sebagian besar di antaranya terindikasi sebagai penghianat bangsa. Berikut artikel lengkapnya.

Di saat musim dingin seperti sekarang ini, aktifitas politik di Kabul justru memanas. Jelang pilpres sudah ada puluhan nama kandidat yang mendaftarkan diri di kantor KPU. Tentu saja, tidak ada wajah baru yang terlihat dalam daftar tersebut, sebaliknya nama-nama yang masuk merupakan pemain lama dengan rekam jejak dan sejarah yang sudah diketahui secara luas oleh rakyat Afghan. Mereka semua, dari nama pertama hingga nama terakhir adalah para pion yang terkait dengan lingkaran atau jaringan masa lalu yang sudah teruji loyalitas mereka kepada Amerika. Selama delapan belas tahun terakhir, mereka memainkan peran sebagai agen dan prajurit setia yang memuluskan kepentingan-kepentingan Amerika.

Maka mengherankan sekali bahwa nama-nama seperti Ashraf Ghani, Dr. Abdullah, Hanif Atmar, Wali Masoud, Zalmai Rassoul, Gulbuddin Hekmatyar, dan beberapa nama lainnya yang juga terindikasi sebagai pengkhianat saat ini tengah menebar harapan palsu demi meraup dukungan suara bangsa Afghan. Bangsa inilah yang selama delapan belas tahun terakhir mereka bunuhi dengan senjata-senjata Amerika. Dan mereka belum berhenti membela majikan mereka dengan dalih pembenaran yang mengada-ada, dan lagi-lagi sekarang mereka dengan penuh percaya diri dan tanpa rasa malu membuat janji-janji palsu akan membawa perdamaian bagi negeri, serta mencoba membodohi rakyat Afghanistan. Maka kami katakan kepada mereka bahwa kalian hanyalah pion dari skenario Amerika di Afghanistan, yang kalian maupun majikan kalian tidak mampu dan tidak ingin melakukan upaya apapun demi terwujudnya stabilitas negara yang kalian ingin mengaturnya. Kalian undang pasukan Amerika dan NATO untuk melakukan serangan terhadap bangsa ini, dan tanpa rasa malu kalian meminta Amerika membombardir warga sipil.

Kerjasama kalian dengan Amerika menyebabkan pasukan penjajah itu semakin membabi buta membunuhi sekitar tiga ratus ribu rakyat Afghanistan, ratusan ribu warga lainnya dipenjara dan disiksa dengan cara yang paling brutal, dan banyak lagi dipaksa mengungsi meninggalkan tanah-tanah mereka. Bahkan selain itu, kekuasaan dan pemerintahan kalian telah membuat Afghanistan terkenal dengan korupsi dan penyakit sosial lainnya. Terkait dengan kemiskinan dan produksi narkoba, kalian menempatkan Afghanistan sebagai negara produsen terbesar ketiga di dunia, kalian jual negara kita ke Amerika dengan mengatasnamakan berbagai macam kesepakatan, memberikan justifikasi hukum kepada tentara Amerika untuk membunuh warga tak berdosa, memberi ijin kepada mereka untuk melakukan operasi-operasi ilegal di dalam negeri Afghanistan, dan daftar panjang kejahatan kalian yang tiada akhir.

Selama delapan belas tahun kalian telah menyebabkan rakyat Afghan semakin menderita akibat penjajahan dan kekerasan, apakah kalian belum puas? Apakah dana gelap miliaran dolar yang tersimpan di bank belum dikirim kepada kalian? Dalam rangka lebih banyak lagi membunuh warga sipil dan merampok kekayaan negara, kalian sekali lagi mencoba menipu dengan janji-janji palsu untuk memaksakan kehendak kalian terhadap bangsa Afghan. Masyarakat sudah mengerti dan memahami tentang realita siapa kalian, dan sekarang kalian tidak lagi penting buat mereka. Satu hal penting untuk diketahui, majikan kalian telah bersiap pergi meninggalkan Afghanistan, dan kalian sangat tahu apa yang akan terjadi dengan kalian menyusul kepergian mereka.

Redaktur: Yasin Muslim
Editor: Imam S.

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Para Diplomat Taliban Eks Guantanamo

Profil - Senin, 15/04/2019 18:52

Editorial: Taliban, Bukan Lagi Potret Distopia

Editorial - Sabtu, 02/03/2019 06:08