Kamp Pengungsi di Idlib Jadi Target Pemboman Rusia dan Suriah

Foto: Serangan Rusia di kamp pengungsi Suriah di Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Dua warga sipil tewas dan 19 lainnya luka-luka akibat serangan udara Rusia di kamp pengungsi di Idlib Suriah. Sementara rezim Suriah menyerang daerah di provinsi yang sama dengan bom fosfor.

Sumber-sumber lokal yang dikutip Daily Sabah, Rabu (13/03/2019), melaporkan bahwa pesawat tempur Rusia menargetkan kamp pengungsi di dekat desa Kafar Amim, sebelah timur distrik Saraqib, wilayah zona de-eskalasi Idlib.

“Pesawat tempur Rusia SU-34 lepas landas dari Pangkalan Udara Hmeimim (di provinsi Latakia, Suriah) dan mengadakan serangan dari tengah malam hingga sekitar pukul 4 pagi,” kata sebuah observatorium milik pasukan oposisi Suriah di media sosial.

Sementara itu, pasukan rezim menargetkan warga sipil di lingkungan Temaniye di Idlib dengan senjata fosfor putih yang dilarang secara internasional. Rezim juga telah melakukan serangan darat ke Anadan, Hreytan dan Kafr Hamrah di provinsi Aleppo barat.

Mustafa Haj Yousuf, kepala White Helmets di Idlib, mengatakan bahwa pasukan rezim dikerahkan di desa Abu Dali, provinsi Hama. Sementara milisi Syiah yang didukung Iran menyerang Idlib selatan dengan bom fosfor putih.

“Serangan itu dilakukan dua kali. Di keduanya, sekitar 40 bom yang memuat fosfor putih dijatuhkan,” kata Haj Yousuf, seraya menambahkan bahwa jumlah korban belum diketahui saat ini.

Fosfor dapat meracuni orang yang menghirupnya, sehingga menyebabkan kerusakan besar pada otak dan paru-paru dan dapat menyebabkan kematian. Rezim terakhir menggunakan bom fosfor putih pada Maret 2018 di Ghouta Timur.

BACA JUGA  8 Tahun Konflik Suriah, Warga Sipil Masih Menderita di Bawah Rezim Assad

Perjanjian Sochi dicapai pada 17 September oleh Presiden Recep Tayyip Erdo─čan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin. Menurut perjanjian tersebut, gencatan senjata di wilayah Idlib akan dipertahankan, persenjataan berat akan dilarang dan oposisi “radikal” akan menarik diri dari wilayah tersebut.

Sebelum perjanjian, rezim Assad mengisyaratkan serangan besar-besaran terhadap Idlib, yang merupakan kubu terakhir oposisi. Ancaman ini memicu kekhawatiran mendalam di komunitas internasional akan munculnya krisis kemanusiaan baru.

Rezim Assad dan pendukungnya telah berkali-kali melanggar perjanjian. Sejak perjanjian Sochi tercapai pada bulan September, setidaknya 126 warga sipil telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan oleh rezim dan sekutunya, selain banyak orang terluka.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga