Peneliti Jerman Ungkap Jumlah Uighur di Kamp Konsentrasi Cina

Foto: Bendera nasional Cina berkibar di luar masjid di Grand Bazar Xinjiang International selama perjalanan yang diselenggarakan pemerintah di Urumqi, Daerah Otonomi Xinjiang Uighur, Cina, pada 3 Januari 2019. (Reuters)

KIBLAT.NET, Jenewa – Peneliti Jerman Adrian Zenz mengatakan bahwa sekitar 1,5 juta warga Uighur dan Muslim lainnya ditahan di kamp-kamp yang disebut pusat pendidikan di wilayah Xinjiang. Angka ini naik dari sebelumnya satu juta jiwa.

Zenz, yang kerap mengamati tentang kebijakan Cina, mengatakan bahwa jumlah itu diperkirakan berdasarkan data gambar satelit, rilis publik terkait tempat penahanan serta laporan saksi dan anggota keluarga yang hilang.

“Meskipun spekulatif, tampaknya tepat untuk memperkirakan bahwa hingga 1,5 juta etnis minoritas sedang atau telah diinternir dalam penahanan. Tidak termasuk penjara formal,” ujarnya dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh badan HAM PBB di Jenewa, Rabu (13/03/2019).

“Upaya negara Cina saat ini untuk memberantas ekspresi independen dan bebas dari identitas etnis dan agama yang berbeda di Xinjiang tidak lain adalah kampanye sistematis genosida budaya,” tambah Zenz.

Sementara itu Omir Bekali, seorang warga Kazakh Uighur, mengatakan dalam forum itu bahwa ia telah disiksa oleh polisi Xinjiang dan ditahan di sebuah kamp selama enam bulan di sebuah ruangan kecil dengan 40 orang.

“Kami harus (dipaksa) memuji Partai Komunis, menyanyikan lagu-lagu tentang (pemimpin Cina) Xi Jinping dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Kami tidak punya hak untuk berbicara,” katanya.

Xinjiang, sebuah wilayah luas yang berbatasan dengan Asia Tengah menjadi rumah bagi jutaan etnis minoritas Muslim. Beijing menerapkan langkah-langkah pembatasan ketat di dalamnya, terutama dalam hal agama dengan dalih membendung ancaman ekstremisme.

Sumber: Reuters
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga