Catatan Operasi Militer HTS Dalam Sepekan di Idlib

Foto: Peta Idlib

KIBLAT.NET, Hama – Sekelompok milisi pro rezim Assad dilaporkan tewas terbunuh di pedesaan Hama pada hari Senin (11/03/2019) awal pekan ini. Demikian menurut laporan koresponden Orient News.

Lebih lanjut sumber koresponden mengatakan beberapa anggota HTS (Haiah Tahrir Syam) telah menyusup ke wilayah rezim di kota Shaizar di pinggiran Hama dan berhasil menewaskan 5 anggota milisi, termasuk seorang anggota militer berpangkat letnan.

Sejumlah akun medsos pro-Assad juga telah mengkonfirmasi terkait kematian Letnan Sinan Muhammed yang disebut berasal dari kota Jableh.

Jumat pekan lalu, sejumlah anggota milisi pro-Assad juga tewas akibat terkena ranjau milik oposisi ketika sedang berupaya melakukan serangan ke area dekat desa al-Sirmaniyah yang masuk dalam zona de-eskalasi di pinggiran Hama.

Pada hari Senin (11/03/2019) lalu seorang anggota milisi pro-rezim dilaporkan tewas akibat menjadi target asasinasi pejuang oposisi di pinggiran Daraa. Sementara seorang pria tak dikenal berhasil membunuh seorang letnan militer anggota aparat keamanan rezim ketika sedang berada di mobilnya di kota Mlaiha al-Sharqiah.

Dalam kasus yang hampir serupa di bulan Februari lalu, seorang pejuang tak dikenal telah berhasil mengasasinasi perwira menengah bernama Nazir Abu Hassan saat berada di dalam mobilnya di sebuah jalan yang menghubungkan kota Tafas dengan Daraa City.

Awal Maret ini, 18 anggota milisi pro-rezim dilaporkan meregang nyawa termasuk seorang perwira militer mereka di tangan pasukan oposisi di dekat front al-Masaseneh. Milisi pro-Assad asal Suriah dan Iran terus berupaya menargetkan wilayah yang dikuasai oposisi di daerah pinggiran Hama. Hal itu menyebabkan jatuhnya banyak korban sipil.

BACA JUGA  Milisi Iran Larang Warga Maadan yang Hendak Shalat Tarawih

Beberapa pekan terakhir, di samping upaya serangan langsung oleh pasukan darat (infanteri), rezim Nushairi juga gencar melancarkan serangan artileri ke pemukiman penduduk sipil di wilayah Idlib bagian selatan dan sekitarnya.

Serangan yang hampir dilakukan setiap hari oleh rezim ini mengakibatkan banyaknya korban meninggal dan luka-luka dari penduduk sipil di antaranya anak-anak, perempuan, dan orang tua. Ironisnya, bom artileri dan rudal-rudal yang ditembakkan oleh rezim tersebut banyak berjatuhan dekat dengan titik pantau Turki, yang notabene merupakan wakil monitoring dari pihak tsuwar.

Perlu diketahui bahwa saat ini seharusnya Rusia beserta rezim Assad masih terikat dengan perjanjian de-eskalasi dan genjatan senjata dengan tsuwar, namun mereka selalu lebih dahulu mengkhianati perjanjian.

Dan sejauh ini, perjanjian yang juga disponsori oleh Turki ini belum mampu mengubah apapun, justru sebaliknya serangan semakin gencar dan situasi semakin memburuk terutama bagi warga sipil. Demikian menurut sumber koresponden kami di lapangan.

Sumber: Orient News
Redaktur: Yasin Muslim

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga