HTS Buru Tahanan yang Kabur Setelah Serangan Udara Rusia

Foto: Asap mengepul setelah serangan udara Rusia dan Suriah di Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Kamis (14/03/2019), mengerahkan banyak pasukan keamanan dan militer untuk memburu para tahanan yang kabur dari penjara pusat Idlib. Patroli terus digencarkan dan pos-pos pemeriksaan ke jalan menuju pusat kota Idlib dan menuju ke wilayah kontrol oposisi dukungan Turki ditambah.

Harian online Al-Araby Al-Jadid melaporkan dari sumbernya, pemeriksaan lebih ketat dilakukan di seluruh jalan menuju pusat kota Idlib. Langkah ini dilakukan untuk memburu para tahanan yang kabur dari penjara pusat Idlib. Para tahanan itu anggota ISIS dan agen rezim yang tertangkap dalam serangkaian kampanye keamanan di Idlib.

“Pos-pos pemeriksaan yang didirikan berhasil menangkap sekitar 50 tahanan yang kabur. Lima di antaranya mereka terdakwa kasus anggota ISIS dan tiga terpidana kejahatan rekonsiliasi dengan rezim,” kata sumber Al-Araby Al-Jadid yang disebut orang di lingkaran HTS.

Sumber itu menambahkan bahwa pos-pos pemeriksaan dan patroli yang dikerahkan memeriksa semua kendaraan yang memasuki dan meninggalkan Idlib, dan juga memeriksa identitas warga sipil.

Dalam kampanye perburuan napi kabur ini, dilaporkan seorang anggota HTS tewas setelah sebuah bom meledak. Orang tak dikenal sengaja menargetkan patroli pasukan keamanan HTS dengan bom yang diletakkan di pinggir jalan. Insiden ini terjadi di kawasan Al-Arba’in di kota Al-Dana, timur laut Idlib.

Rusia dan Suriah kembali menggempur Idlib dengan pesawat tempur setelah provinsi yang dikuasai penuh oleh oposisi itu tenang menyusul kesepakatan gencatan senjata. Dilaporkan sedikitnya 15 orang tewas dan 50 luka-luka dalam serangkaian serangan pada Rabu sore itu.

BACA JUGA  Pemimpin HTS Serukan Mobilisasi Umum untuk Lindungi Idlib

Salah satu lokasi yang disasar Rusia penjara pusat Idlib yang kendalikan HTS. Sedikitnya enam rudal menghantam bangun penjara yang menyebabkan sejumlah tembok roboh. Para tahanan memanfaatkan hal itu untuk melarikan diri.

Kepala hubungan media HTS, Imadudin Mujahid, menduga Rusia sengaja menargetkan penjara untuk menciptakan kekacauan di wilayah yang sudah dibebaskan. Ia menunjukkan, serangan ini terjadi setelah HTS berhasil mengungkap jaringan pengacau yang mendapat perintah langsung dari pangkalan militer Rusia di Lattakia, Humeimim.

Sumber: Al-Araby Al-Jadid
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga