Khutbah Jumat: Jangan Mengubah Kitab Suci Seperti Yahudi!

Foto: Khutbah Jumat

Khutbah pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَصْلَحَ الضَمَائِرَ، وَنَقَّى السَرَائِرَ، فَهَدَى الْقَلْبَ الحَائِرَ إِلَى طَرِيْقِ أَوْلَي البَصَائِرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيُكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَنْقَى العَالَمِيْنَ سَرِيْرَةً وَأَزكْاَهُمْ سِيْرَةً، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قَالَ تَعَالَى: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَقَالَ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Dalam sebuah riwayat, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma menceritakan bahwa ada beberapa orang Yahudi datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seorang lelaki dan seorang wanita yang telah berbuat zina dari kaum mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada mereka, “Apa yang kalian lakukan terhadap orang yang berzina di antara kalian?

Mereka menjawab, “Kami melumuri wajahnya dengan arang dan memukulnya.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Apakah kalian tidak menemukan hukum rajam dalam Taurat?”

Mereka menjawab, “Kami tidak mendapati sedikit pun (tentang rajam).”

Abdullah bin Sallam berkata kepada mereka, “Kalian telah berdusta. Datangkanlah Taurat jika kalian jujur.” Salah seorang guru mereka mengajari mereka meletakkan telapak tangannya di atas ayat rajam (untuk menutupinya, -red.). Dia pun mulai membaca ayat yang sebelum dan sesudahnya, tidak membaca ayat rajam.

(Abdullah bin Sallam) melepaskan tangannya dari ayat rajam dan bertanya, “(Ayat) apa ini?”

Tatkala mereka melihat itu, mereka pun menjawab, “Itu ayat rajam.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar keduanya dirajam. Keduanya pun dirajam di dekat tempat jenazah yang ada di dekat masjid.

Ibnu ‘Umar berkata, “Aku melihat (yang dirajam tersebut) berusaha menghindar, melindungi dirinya dari bebatuan (yang dilemparkan kepadanya hingga ia tewas).” (HR. Bukhari-Muslim)

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Demikianlah salah satu karakter orang-orang Yahudi yang disebutkan Allah dalam al-Quran. Selain dikenal bangsa yang suka membangkang, kaum Yahudi juga memiliki kebiasaan mengubah-ngubah syariat Allah sesuai dengan selera mereka. Terbilang cukup banyak Allah menyebutkan perilaku mereka tersebu dalam al-Quran. Di antaranya Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنَّ مِنۡهُمۡ لَفَرِيقًا يَلۡوُۥنَ أَلۡسِنَتَهُم بِٱلۡكِتَٰبِ لِتَحۡسَبُوهُ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ وَمَا هُوَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

“Sesungguhnya ada segolongan di antara mereka yang memutar-mutar lidahnya membaca al-Kitab, supaya kamu mengira yang dibacanya itu sebagian dari al-Kitab, padahal ia bukan dari al-Kitab dan mereka mengatakan, ‘Ini (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah’, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedangkan mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran: 78)

BACA JUGA  Tak Diijinkan Jenguk Eggi dan Lieus, Prabowo Nasehati Polisi

Kalimat “Memutar-mutar lidahnya,” maksudnya adalah mereka men-tahrif (mengubahnya) ayat atau makna daripada kitab suci yang diturunkan kepada mereka.

Imam Qatadah rahimahullah berkata, “Mereka adalah Yahudi, musuh Allah subhanahu wa ta’ala. Mereka mengubah kitab Allah subhanahu wa ta’ala, membuat bid’ah di dalamnya, kemudian mengira bahwa itu dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala.” (Tafsir ath-Thabari, 3/324)

Syekh Abdur Rahman as-Sa’di dalam tafsirnya menjelaskan, “Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwa di antara ahli kitab ada yang mempermainkan lisannya dengan al-Kitab, yaitu memalingkan dan mengubah dari maksud sebenarnya. Ini mencakup mengubah lafadz dan maknanya. Padahal tujuan adanya al-Kitab adalah untuk dipelihara lafadznya dan tidak diubah, serta memahami maksud dari ayat tersebut dan memahamkannya (kepada orang lain).” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 136)

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Dalam ayat lain, Allah ta’ala menjelaskan wataknya orang-orang yahudi dengan firman-Nya:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya. Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempat­nya,…” (QS. Al-Maidah: 13)

Dalam Ayat yang lain, Allah Ta’ala tegaskan lagi:

وَمِنَ ٱلَّذِينَ هَادُواْۛ سَمَّٰعُونَ لِلۡكَذِبِ سَمَّٰعُونَ لِقَوۡمٍ ءَاخَرِينَ لَمۡ يَأۡتُوكَۖ يُحَرِّفُونَ ٱلۡكَلِمَ مِنۢ بَعۡدِ مَوَاضِعِهِۦۖ

“….(Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka mengubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya…” (QS. al-Maidah: 41)

Karena itulah kaum Yahudi dikutuk oleh Allah Ta’ala dan perangai buruk mereka diabadikan berulang kali dalam al-Quran. Hikmahnya, agar kaum muslimin bisa mengambil ibrah dan tidak mengikuti perilaku tersebut.

Bahkan dalam hadis juga diceritakan contoh perangai buruk mereka ini ketika mengucapkan salam kepada Nabi Sallallahu’alaihi wasallam. Mereka menggantikan lafaz Assalamu’aikum menjadi As-samu ‘Alaikum, yang berarti kebinasaan atau kematian kepada kalian. Karena itulah bila menjawab salam mereka tersebut, kita diperintahkan menggunakan lafaz wa’alaikum, semoga kebinasaan itu berbalik kepada kalian.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Hari ini, tampaknya sebagian kaum muslimin ada yang mencoba-coba mengikuti langkah Yahudi tersebut. Entah sadar atau tidak, mereka mulai menggugat istilah-istilah syar’I yang terdapat dalam al-Quran dan Hadis Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam. Pelan-pelan istilah syar’I itu pun mulai diotak-atik kembali maknanya. Istilah yang seharusnya dipahami sesuai dengan petunjuk wahyu kemudian dinalar sesuai selera akal dan nafsu mereka semata.

Istilah jihad diganti maknanya hanya sebatas jihad lawan hawa nafsu saja, istilah ummah yang seharusnya mencakup seluruh umat Islam diganti maknanya menjadi hanya sebatas bangsa, istilah ulil amri yang seharusnya bermakna pemimpin Islam yang menegakkan hukum Allah digunakan untuk menjuluki pemimpin sekuler, kata Islam rahmatan lil a’alamin yang seharusnya Islam yang mengamalkan syariatnya secara totalitas sehingga melahirkan rahmah bagi seluruh alam diganti dengan makna islam moderat yang tidak membatasi diri dengan tradisi barat.

Belum lagi dengan sebagian istilah syar’i tersebut dihilangkan dengan cara memberi citra buruk kepadanya. Kata khilafah, jihad, imamah, baiat, wala’ wal bara’, ‘idad, fai’ dan istilah syar’i lainnya dicitrakan seolah-olah istilah yang menakutkan, radikal, teroris, penuh dengan nuansa kekerasan sehingga maknanya pun diganti atau bahkan dihapus sama sekali karena dianggap tidak lagi relevan lagi dengan zaman sekarang.

BACA JUGA  Taliban Bantah Kepemilikan Ladang Ganja dan Pabrik Obat-obatan Terlarang

Dan parahnya lagi, belakangan istilah kafir yang seharusnya digunakan untuk menyebutkan orang-orang di luar agama Islam, pelan-pelan mulai dihapus dan diganti dengan istilah non muslim. Seolah-olah istilah kafir yang disebutkan Allah dalam al-Quran itu tidak bisa mempersatukan umat dalam berbangsa. na’udzubillah min zalik! Semoga Allah menjaga kita beserta anak keturunan kita dari pemikiran-pemikiran licik bangsa Yahudi tersebut.

اَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

 وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً، وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ :

(( إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ))

 

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Khutbah Jumat: Khawatir Ramadhan Kita Tak Diterima

Khutbah Jum'at - Kamis, 16/05/2019 11:34

Khutbah Jumat: Memaksimalkan Amal di Bulan Ramadhan

Khutbah Jum'at - Kamis, 09/05/2019 15:59