Wakil Ketua MILF Urusan Politik Ghazali Jaafar Meninggal Dunia

Foto: Wakil Ketua MILF Urusan Politik Ghazali Jaafar

KIBLAT.NET, Manila – Wakil Ketua MILF (Front Pembebasan Islam Moro) Ghazali Jaafar dilaporkan meningggalkan dunia di sebuah rumah sakit di kota Davao pada Rabu (13/04/2019) pekan lalu. Menurut Johari Abo, anak Jaafar, bahwa ayahnya meninggal pada hari Rabu jam 1 dini hari setelah sepekan dirawat di rumah sakit di usia 75 tahun.

Sejak setahun terakhir, Jaafar harus menjalani prosedur medis angioplasti karena ada masalah penyempitan pembuluh darah yang mengalir ke jantung. Ketua MILF Haji Murad Ebrahim ikut memberikan keterangan langsung bahwa koleganya itu sempat mengalami komplikasi abdomen sehingga harus sering dirujuk ke rumah sakit untukmedical checkup.

Ghazali Jaafar dikenal sebagai salah satu pemimpin MILF yang setia menduduki jabatan Wakil Ketua untuk Urusan Politik sejak era Syaikh Salamat Hasyim. Sebelumnya Jaafar sempat mengeluh sakit di bagian organ perut dan akhirnya dilarikan ke IGD. Menurut Murad, sahabat sekaligus wakilnya itu didiagnosa mengalami masalah ginjal dan racun sudah menyebar ke dalam tubuhnya.

Jaafar akhirnya meninggal kurang dari 2 bulan setelah plebisit Bangsamoro mulai digelar di bulan Januari lalu sebagai dasar pembentukan wilayah otonomi baru (BARMM) yang memberikan wewenang dan kekuasaan lebih besar bagi minoritas Muslim di selatan Filipina.

BARMM (Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao) dianggap sebagai sebuah entitas politik hasil negosiasi antara MILF dengan pemerintah Manila selama puluhan tahun. Kata Murad, Jaafar merupakan ketua delegasi pertama MILF sejak negosiasi damai dimulai pada tahun 1997, dan juga bertanggung jawab atas kesepakatan gencatan senjata dengan pemerintah Filipina (GRP).

Tahun 2014, MILF menandatangani sebuah pakta kesepakatan yang bersejarah dengan pemerintah Filipina di era Presiden Aquino untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah menewaskan 150.000 orang sejak tahun 1970an.

Pakta kesepakatan sempat terganggu menyusul operasi anti-teror oleh otoritas Manila pada tahun 2015 di Maguindano yang memicu kontak senjata antara pasukan pemerintah dengan pejuang Moro. Sebanyak 44 orang perwira elit kepolisian tewas dalam insiden. Namun Jaafar mengklaim pejuang-pejuang MILF tidak terkait dengan insiden yang menewaskan 44 anggota unit anti-teror SAF (Special Action Force) di Mamasapano itu, sebaliknya mereka hanya melakukan upaya pertahanan.

Selanjutnya, pada tahun 2016 Presiden Rodrigo Duterte yang menjadi presiden pertama asal Mindanao berjanji akan mendukung disahkannya Undang-Undang Bangsamoro sebagai syarat kunci perjanjian damai antara MILF dengan pemerintah.

Murad menambahkan, Jaafar sebenarnya telah direkomendasikan untuk menjadi orang pertama yang berpidato di parlemen BARMM mendatang. β€œIa merupakan salah satu pilar kepemimpinan MILF dalam perjuangan Bangsamoro,” kata Murad kepada ANC. β€œ(Maka) kami menganggap meninggalnya Jaafar sebagai bentuk kehilangan sosok figur yang besar di tubuh para pemimpin MILF dan juga BARMM,” pungkasnya.

Sumber: ABS-CBN
Redaktur: Yasinn Muslim

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga