Membela Umat Islam yang Terzalimi dengan Jihad Fi Sabilillah

Foto: Jihad Fi Sabilillah

KIBLAT.NET – Dua dekade terakhir, umat Islam terus mengalami duka yang tiada habisnya. Perih yang dirasakan umat Islam Palestina, Suriah, Rohingnya, Yaman, Uighur dan berbagai tempat lainnya masih berlangsung. Di tengah-tengah luka yang masih menganga, dunia dikejutkan dengan aksi pembantaian umat Islam di Selandia Baru. Aksi sadis ini menelan korban 50 orang dari umat Islam.

Apa yang dirasakan umat Islam itu persis seperti yang dikabarkan oleh pelitanya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Jauh sebelum semua ini terjadi, beliau mengabarkan akan keadaan umat Islam yang menjadi bulan-bulanan umat lainnya. Beliau menggambarkan umat Islam seperti santapan yang tersaji di meja makan, manusia-manusia lapar telah bersiap menyantapnya sambil menenteng pisau dan garpunya. Beliau bersabda :

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا الْوَهْنُ ؟ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Nyaris tiba saatnya, banyak umat yang memperebutkan kalian, seperti orang-orang makan yang memperebutkan hidangannya.” Ada seseorang bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit pada hari itu?” Beliau menjawab, “Justru jumlah kalian banyak pada hari itu, tetapi ibarat buih di atas air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian dari dada musuh.” (HR. Ahmad no. 21891 dan Abu Daud no. 4297)

“Allah akan mencabut dari dada musuh rasa takut terhadap kalian”, kalimat ini sangat terasa pada peristiwa di Selandia Baru. Brenton Tarratn dengan ringannya menenteng senjata memasuki masjid di saat umat Islam berkumpul merayakan hari rayanya, hari Jumat. Sementara umat Islam terbujur di lantai tak berdaya untuk mencegah atau melawannya.

Andaikan Jihad ditegakkan

Atas semua kezaliman-kezaliman itu, apakah Islam mengajarkan untuk menyerah? Kezaliman demi kezaliman yang menimpa umat Islam terjadi, para tokoh umat Islam telah berusaha melakukan diplomasi-diplomasi, umat Islam juga telah melakukan aksi protes di berbagai tempat. Namun kezaliman demi kezaliman terus menyapa, semua itu tidak lantas membuat musuh gentar untuk melampiaskan kebenciannya, melakukan pembunuhan dan melecehkan umat Islam.

BACA JUGA  Kashmir yang Terdampar

Salah satu cara yang diajarkan oleh Rasulullah dalam menghadapi kezaliman adalah dengan jihad fi sabilillah. Beliau tidak membiarkan umat Islam dibunuh tanpa sebab, terlebih maksud pembunuhannya adalah melecehkan umat Islam. Beliau kejar siapapun yang membunuh orang Islam, walau di negeri musuh dan memiliki power yang besar.

Perang Mu’tah menjadi saksi ketegasan beliau dalam membela setiap jiwa yang terbunuh tanpa dosa. Beliau menyerukan jihad atas terbunuhnya utusan beliau, Harits bin Umair al-Azdi yang diutus untuk menyampaikan Islam. Hal ini karena tabiat orang kafir adalah keras kepala dan sombong. Penetrasi masalah tidak bisa hanya menggunakan diplomasi dan dialog.

Dengan kekuatan penuh, Rasulullah menyerukan jihad dengan mengangkat tiga panglima sekaligus. Tidak pernah dalam sejarah beliau mengangkat tiga panglima perang sekaligus. Beliau bersabda :

إن قُتل زيدٌ فجعفر، وإن قُتل جعفرٌ فعبدالله بن رواحة

“Jika Zaid (bin Haritsah) terbunuh maka digantikan oleh Ja’far (bin Abi Thalib), jika Ja’far terbunuh maka digantikan oleh Abdullah bin Rawahah.” (HR. Bukhari no. 4261)

Berakhirnya perang Mu’tah itu membuat nama Islam menjadi disegani oleh dunia. Mereka kagum dengan keberanian dan kekuatan umat Islam. Pasalnya semua orang tahu betapa Romawi merupakan super power pada saat itu yang memiliki pasukan yang besar. Prestasi umat Islam itu menarik bangsa-bangsa sekitar Arab kepada Islam dan berbondong-bondong masuk Islam.

Itulah salah satu buah jihad yang ditegakkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu untuk membela umat Islam yang dizalimi. Hal yang serupa pernah beliau lakukan saat mendengar sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu dibunuh. Lalu beliau membaiat kaum muslimin yang bersamanya untuk bertempur sampai mati, yang dikenal dengan Baiatur Ridwan.

Jihad adalah Obat Luka Umat Islam

Allah mengizinkan umat Islam untuk melawan segala bentuk kedzaliman. Allah berfirman :

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena Sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (QS. Al-Hajj:39)

BACA JUGA  Khutbah Jumat: Dahsyatnya Dosa Zina di dalam Islam

Kekejaman yang dirasakan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia saat ini sudah tidak manusiawi. Perampasan tanah suci di Palestina dan pengusiran warganya, pembunuhan dan penyiksaan umat Islam di Suriah, pembantaian dan pelecehan para muslimah yang lemah telah membuat sakit hati umat Islam. Sakit hati karena melihat keadaan saudara-saudaranya dibantai tanpa keadilan.

Apa yang bisa menyembuhkan sakit hati yang kian akut di tengah-tengah ketidak-adilan? Tragedi yang dialami umat Islam itu telah dipublikasikan dan disebarkan, para korban dan kerabatnya telah memberikan testimoninya, sehingga apa yang dialami itu sudah bukan rahasia lagi. Di mana keadilan dan pembelaan bagi korban?

Allah menanyakan pembelaan kita terhadap kezaliman-kezaliman yang dialami orang-orang yang lemah. Allah berfirman :

وَمَا لَكُمْ لاَ تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa, ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya.” (Qs. An-Nisa’ :75)

Itulah obat untuk menyembuhkan sakit hati umat Islam,yaitu jihad. Dengan jihad, umat Islam dapat membela diri dari kezaliman dan membela orang-orang yang lemah. Setiap tetes darah umat Islam yang tertumpah dapat ditergantikan. Sehingga sakit hati akibat perlakuan musuh tersebut dapat terobati.

قَٰتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ ٱللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta menyembuhkan sakit hati orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah : 14)

Yaitu sakit hati akibat melihat saudara-saudaranya dibantai, disiksa, dilecehkan, dihalang-halangi dari beribadah dan sebagainya. Sakit hati yang membuat perih perasaan karena tidak adanya ketidak-adilan. Karena dunia barat dan timur tidak peduli dengan nasib umat Islam. Maka umat Islam harus kembali kepada Jihad untuk melakukan pembelaan. Wallahu ‘alam bish shawab.

Penulis: Zamroni
Editor: Arju

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Akhir Nasib Penguasa Tiran

Manhaj - Sabtu, 07/09/2019 20:00

Tingkatan Manusia dalam Membantu Kezaliman

Manhaj - Jum'at, 12/07/2019 19:32

Ramadhan, Bulan Jihad dan Kemenangan

Manhaj - Sabtu, 18/05/2019 14:57