Meriahnya Event “Hijrah” di Poso, Ribuan Orang Padati Alun-alun Sintuwu Maroso

Foto: Tabligh akbar dengan tema "Hijrah Menuju Kemuliaan" pada Rabu (27/03/2019) di alun-alun Sintuwu Maroso, Kota Poso, Sulawesi Tengah.

KIBLAT.NET, Poso – Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) Sulawesi Tengah mengadakan tabligh akbar dengan tema “Hijrah Menuju Kemuliaan” pada Rabu (27/03/2019). Ribuan jamaah terlihat memadati lokasi acara di alun-alun Sintuwu Maroso, Kota Poso, Sulawesi Tengah.

Acara dimulai dnegan shalat Maghrib berjamaah. Namun warga Poso dan sekitarnya telah memadati alun-alun Sintuwu Maroso sejak sore hari. Hadir dalam acara itu sejumlah tokoh Islam, tokoh masyarakat, dan perwakilan aparat kepolisian, aparat TNI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.

Beberapa artis hijrah juga turut hadir dalam tabligh akbar tersebut. Diantaranya Cupink Topan, Ical Inesta, Rama DJ, dan Agie Prakasya. Sementara dai yang dihadirkan adalah Ustadz Fakhrurrozi Anshar dari SKPI Pusat Jakarta dan beberapa dai lokal serta tokoh ormas Kabupaten Poso.

Artis hijrah Cupink Topan menjadi imam shalat Maghrib juga shalat Isya’. Saking meriahnya, beberapa jamaah menyebut acara ini seperti ketika momen shalat Iedul Fitri.

“Macam shalat ied saja kita rasa ini,” ujar seorang jamaah spontanitas.

Ustadz Fakhrurrozi menyampaikan tentang bahaya perzinahan dan problematika remaja. Ia menjelaskan bahwa remaja muslim saat ini sudah terbiasa dengan gaya hidup berpacaran, padahal budaya itu menjadi penghalang kebangkitan Islam.

“Demi Allah pacaran akan menghinakanmu, sedangkan menikah tidak akan menghinakanmu. Ini adalah sebenarnya hijrah bagi pemuda, karena godaan paling berat bagi pemuda adalah hawa nafsu,” tegasnya. ustadz Fakhrurrozi Ansar sekaligus menjadi Pimpinan Wahdah Islamiyah Sudan.

BACA JUGA  Kaburkan Sejarah G30S/PKI, Ruangguru Disomasi

Acara semakin riuh ketika Ustadz yang tengah menyelesaikan studi S3 di Sudan itu menyampaikan doa untuk pemuda yang hendak berhijrah dari budaya pacaran.

“Ya Allah, jika ada di sini yang masih pacaran kemudian dia ingin bertaubat, ampunkanlah dosanya, mudahkanlah jodohnya, berikan jodoh yang shalih dan shalihah, dan murahkanlah uang panainya,” ujarnya, yang langsung diaminkan para jamaah.

Meski berakhir kurang lebih pukul 21:30 wita, namun jamaah tidak berkurang dan mengikuti kegiatan hingga akhir acara.

Reporter: Ahmad Sutedjo
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Masyarakat Poso Yakin Qidam Bukan Teroris

Foto - Rabu, 15/04/2020 15:42

CLOSE
CLOSE