Jelang Pemilu 17 April, TNI Gelar Simulasi Penanggulangan Teror

Foto: Komandan Satuan Penanggulanan Teror (Satgultor), Mayjen Suhartono

KIBLAT.NET, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia menggelar latihan simulasi penanggulanan teror tahun anggaran 2019 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (09/04/2019). Latihan melibatkan tiga pasukan khusus dari Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) 81 Kopassus TNI AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL, dan Satbravo 90 Paskhas TNI AU.

Komandan Satuan Penanggulanan Teror (Satgultor), Mayjen Suhartono mengatakan, simulasi tersebut bertujuan untuk menguji kesiapsiagaan pasukan-pasukan khusus TNI dalam menangani aksi terorisme, terutama menjelang pemilu yang akan datang.

“Di situ dilakukan sebuah proses perencanaan sebelum kita melakukan manuver di lapangan,” kata Suhartono kepada awak media.

Simulasi mengusung tema “Satgultor TNI Melaksanakan Penanggulangan Aksi Terorisme di Wilayah DKI Jakarta dalam rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”. Skenario yang dijalankan adanya kelompok teroris asing yang berhasil menguasai lokasi rapat koordinasi pemerintah dan berhasil menyandera orang-orang di lokasi rapat.

Langkah awal dari skenario tersebut adalah tim dilatih untuk menjalankan mekanisme perencanaan yang diawali dengan kegiatan hubungan antara komando dengan staf.

“Mulai dari menerima direktif dari pimpinan kemudian menganalisa tugas, sampai dengan bagaimana merencanakan rencana-rencana manuver di lapangan dengan melihat berbagai macam situasi kondisi yang ada di lapangan. Sehingga kita akan membuat cara bertindak yang mungkin kita laksanakan,” ucapnya.

Langkah selanjutnya setelah perencanaan, kata Suhartono, adalah mengaplikasikannya di lapangan untuk menguji kemampuan teknis serta taktis dari semua elemen yang terlibat pada proses perencanaan tersebut.

BACA JUGA  Seorang Pria Ledakkan 'Bom Bunuh Diri' di Depan Pos Polisi Kartasura

“Contohnya tadi kita menggunakan sniper-sniper kita dari satuan 81 Kopassus, dari sat bravo, dari Denjaka. Ini salah satu yang kita ujikan di lapangan,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut, Satgultor juga mengerahkan dua helikopter, kendaraan-kendaraan taktis, dan jet sky untuk digunakan pada teknis jarak dekat.

“Terkait teknis penyelesaian sasaran, masing-masing tentunya akan mempunyai kriteria yang berbeda-beda. Mungkin dihadapkan dengan jumlah dari teroris itu sendiri atau musuh itu sendiri, kemudian situasi yang ada di ruangan, yang ada di lapangan. Ini mempunyai berbagai macam tekhnik yang bisa kita laksanakan,” ujarnya.

Kegiatan latihan simulasi diikuti oleh 500 hingga 600 personel. Dia mengatakan, pasukan ini siap digerakkan setiap saat atas perintah Panglima TNI jika terjadi kasus-kasus terorisme.

Suhartono juga menegaskan bahwa pasukan TNI siap mengamankan Pemilu Serentak 2019 yang terdiri dari pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden-wakil presiden.

Reporter: Haikal
Editor: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

TNI Akan Berjaga di Tanah Abang Hingga Hari Ahad

Indonesia - Jum'at, 24/05/2019 22:06

Fahri Hamzah Sebut Negara Biang Kerok Terorisme

Indonesia - Selasa, 14/05/2019 10:17