Jokowi Tanya Game Mobile Legend, Prabowo-Sandi: Jangan Sampai Merusak Akhlak

Foto: Pasangan Capres Cawapres di Pilpres 2019. (Foto: Kompas)

KIBLAT.NET, Jakarta – Debat pamungkas Pilpres 2019 turut membahas ekonomi digital, di sesi tanya jawab, Capres 01 Joko Widodo memberikan kejutan dengan mempertanyakan persoalan game (permainan) kepada lawan debat.

“Singkat apa yang akan Bapak Prabowo lakukan dalam rangka pengembangan ekonomi digital dalam hal ini pengembangan esport mobile legend ke depan,” tanya Jokowi.

Menjawab pertanyaan itu, capres no urut 02 Prabowo Subianto mengatakan dirinya memfokuskan kebijakan-kebijakan dalam hal-hal yang mendasar yang menjawab kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Negara Indonesia harus meningkatkan produksi pertanian, meningkatkan penghasilan bagi petani, melindungi penghidupan dan penghasilan nelayan.

“Juga meningkatkan kualitas hidup buruh dan guru honorer itu yang saya akan fokus. Digital-digital itu bagus, tapi rakyat kita butuh swasembada pangan. Pangan dalam harga terjangkau, kita harus turunkan harga. Kita sedang susah, kita harus jaga kekayaan Indonesia. Itu yang akan saya fokus,” katanya dalam debat di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, (13/04/2019).

Sementara Cawapres 02, Sandiaga Uno menambahkan dirinya teringat cerita dari saudara Rahman,  bertemu di Sidrap Sulawesi Selatan, beliau anak milenial yang menggunakan teknologi di industri pertanian dan waktu bertugas di DKI perusahaan milik daerah BUMD Food Station membeli beras dari milenial-milenial yang sekarang masuk ke industri pertanian Sandi.

“Game online merupakan salah satu sektor yang sangat berkembang seiring dengan pengembangan digital ekonomi dan banyak sekali peminatnya, mobile legend salah satunya. Saya merasa kita memiliki peluang untuk menciptakan produk-produk yang betul-betul menguasai pasar dunia karena sektor ekonomi kreatif ini,” ujar Sandi.

BACA JUGA  Lembaga Quick Count Siap Jika Diminta "Buka-bukaan" ke Publik

Sandi menjelaskan para anak – anak muda milenial Indonesia ini hebat –  hebat sekali. Dia telah keliling ke seluruh wilayah Indonesia mereka menanamkan satu optimisme, dia menyebut mereka sebagai generasi POP yaitu positif, optimis, dan produktif. Karena itu, Sandi menegaskan bahwa strategi Prabowo – Sandi sangat jelas, kembali kepada entrepreneurship dan kunci pemerintah adalah memfasilitasi.

“Karena kita tidak terlalu bisa meregulasi industri yang sangat cepat berkembang dan akhirnya ujungnya untuk apa, untuk kesejahteraan rakyat dengan membuka lapangan kerja yang seluas – luasnya. Jangan sampai Indonesia yang tentunya dengan pasar yang sangat besar ini hanya fokus untuk diserbu oleh produk- produk impor termasuk pada produk produk esports,” tuturnya.

Sandi menyatakan akan memfasilitasinya, dan pemerintah bekerja sama dengan rumah siap kerja untuk anak muda yang telah diluncurkan kemarin. Dalam rumah siap kerja tersebut, akan diselenggarakan event-event latihan agar kita juga punya juara-juara dunia. Tetapi jangan sampai esport itu bisa mempengaruhi, tentunya generasi Indonesia ke depan menjadi tidak memiliki akhlakul yang karimah.

“Oleh karena itu kami fokus pengembangan ekosistem ini berbasis ekonomi digital haruslah berujung kepada peluang lapangan pekerjaan bagi anak- anak muda. Rumah siap kerja untuk anak muda siap mengembangkan dan langsung konkrit untuk memberikan strategi khusus pengembangan esport,” katanya.

BACA JUGA  Dua Tahun Kasus Novel, KAMMI: Polisi Acuh Tak Acuh

Sandi mengaku kagum terhadap milenial seperti Rahman, yang tidak meninggalkan pedesaan, namun berkomitmen membangun pedesaan. Sandi pun berjanji akan menciptakan Rahman Rahman lain, Rahman Rahman baru di seluruh wilayah Indonesia. Bagi Sandi, pemerintah harus mampu mendukung anak-anak muda ini dengan teknologi digital. Teknologi yang berkaitan dengan pertanian mekanisasi sehingga mereka bisa meningkatkan produktivitas dari pada sektor pertanian Indonesia.

“Jangan terus kita akhirnya harus dibulan-bulani dengan harga bahan pokok yang mahal tapi kita juga pada satu saat harus bermimpi bahwa kita bisa mengekspor pangan. Sudah saatnya, wis wayahe Indonesia harus menjadi kekuatan ekonomi pangan dan kekuatan energi dunia, terima kasih,” tutupnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: Rusydan

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga