BPN: 17,5 Juta DPT Tak Jelas Tunjukkan Kekeliruan Terstruktur

Foto: ILUSTRASI DPT

KIBLAT.NET, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) mengungkapkan bahwa ada 17,5 juta data di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Menurut Juru Bicara Tim IT BPN 02 Agus Muhammad Maksum, dalam seluruh data tersebut ada tiga kelompok yang lahirnya sama.

Ia memaparkan, kelompok pertama, yang lahir tanggal 01 Juli sebanyak 9.817.003. Kelompok dua, yang lahir tanggal 31 Desember sebanyak 5.377.401. Dan kelompok ketiga, yang lahir tanggal 01 Januari sebanyak 2.359.304.

Menurutnya, dalam satu TPS seharusnya hanya ada maksimal sekitar 300 pemilih. Fakta DPT menunjukkan ribuan TPS yang dalam 1 TPS memuat puluhan bahkan ada di atas 200 orang lebih yang punya tanggal lahir yang sama. Apakah 1 Juli, 31 Desember atau 1 Januari.

“Ini sama sekali tidak logis jika di 1 TPS, punya tanggal lahir yang sama puluhan hingga 200 orang lebih. Contoh konkret adalah DPT di TPS 5, Desa Genteng, Kecamatan Konang, Bangkalan Jawa Timur. Di TPS ini, ada 228 DPT bertanggal lahir 1 Juli,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Senin (15/04/2019).

“Akal sehat tentu sangat meragukan, bagaimana mungkin di satu TPS, ada 228 orang yang punya data lahir yang sama tanggalnya, yaitu tanggal 1 Juli. Bahkan setelah BPN mengecek ke Dukcapil, mereka tidak terdata di KTP elektronik,” sambungnya.

Selain masalah tanggal lahir yang sama, masalah lainnya adalah data di DPT 2019, menunjukkan pemilih berusia di bawah 17 tahun sekitar 20.475 orang. Padahal di bawah 17 tahun, peraturan tidak membolehkan untuk memilih, kecuali sudah menikah.

BACA JUGA  Kenapa Hewan Qurban ACT Berkualitas? Ini Rahasianya

“Tapi apakah betul ada 20.475 orang yang menikah di bawah 17 tahun? Apakah KPU sudah memverifikasi seluruh 20.475 orang ini? Atau berapa orang yang sudah diverifikasi oleh KPU?,” paparnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa di Banyuwangi ada 41.555 KK yang 1 KK terdiri dari puluhan, ratusan dan bahkan ada yang 1000 lebih. Maka, ia menegaskan bahwa temuan ini menunjukkan ada kekeliruan yang disengaja.

“Semua fakta ini menunjukkan terdapat kekeliruan yang terstruktur, massif dan sistematis yang tidak bisa diatasi oleh KPU. BPN mengingatkan KPU semua masalah ini telah membuka potensi celah yang sangat besar bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan kecurangan,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

TNI Akan Berjaga di Tanah Abang Hingga Hari Ahad

Indonesia - Jum'at, 24/05/2019 22:06