Jawaban Lucu Para Pengidap Gangguan Jiwa Mengenai Pilpres 2019

Foto: Penderita gangguan jiwa di Yayasan Galuh Bekasi.

KIBLAT.NET, Bekasi – Sore itu, sekilas tampak tak ada yang aneh dengan pemandangan di Yayasan Galuh Bekasi, puluhan orang melakukan kegiatan dan aktifitas seperti manusia pada umumnya. Ada yang bercengkrama, menonton TV, menyesap segelas teh hangat, menyapu, dan sebagainya. Akan tetapi, sebenarnya mereka adalah para penderita gangguan jiwa yang dinyatakan hampir sembuh.

“Mereka yang ada di luar ruangan adalah pasien yang sudah hampir sembuh, kira-kira 90-98 persen. Sementara yang lain belum bisa keluar, takutnya ngamuk,” ungkap Hero Cahyoko, Humas Panti Rehabilitasi Disabilitas Mental Yayasan Galuh Bekasi sembari menunjuk sebuah ruangan yang tak jauh dari kantor yayasan pada Senin (15/04/2019).

Ruangan tersebut berada di lantai dua, besi-besi kokoh yang terpasang seperti penjara, menjaga mereka agar terisolasi dari dunia luar guna mengobati dan merehabilitasi mental mereka yang dianggap belum sembuh, selain itu faktor keamanan dan kenyamanan mungkin menjadi salah satu penyebab besi-besi itu terpasang, beberapa dari mereka memegang besi itu seraya melihat teman-temannya yang sedang beraktifitas di lain tempat.

Dalam rangka mengecek kesiapan kondisi para penderita gangguan jiwa yang juga mendapatkan hak pilih pada pemilu 17 April nanti, Kiblat.net melakukan wawancara terhadap beberapa pasien Yayasan Galuh Bekasi perihal kesiapan dan pengetahuan mereka terkait Pilpres 2019.

Kesulitan dan Bingung Saat Menjawab

Hermawan, salah satu pasien yang berasal dari Depok dapat menjawab dengan mudah saat kami menanyakan nama capres, akan tetapi ia tampak kesulitan saat menjawab nama calon wakil presiden.

“Jokowi sama Prabowo berdua calonnya, rahasia kalau milih, nggak bisa diutarakan, itu hak konstitusi. Jokowi, wakilnya yang tua itu. Kalau Prabowo yang kacamata itu, Andi-andi  lupa saya ah. Nggak tau nanti nyoblos nggak,” katanya.

Sementara itu, Harjo pasien yang berasal dari Jakarta mengaku akan memilih Jokowi, hal itu dikarenakan menurut Harjo Prabowo pernah terindikasi terlibat kerusuhan reformasi. Namun Harjo juga menuturkan bahwa selama Jokowi memerintah hanya sekedar wacana tanpa realita.

“Saya milih Jokowi, karena sudah berjalan dan memang dia sederhana. Kalau Prabowo kan mantan Pangdam Jaya, terlibat kerusuhan reformasi. Ini kan harus dituntut, reformasi kan belum selesai. Ini terlibat, Pangdam. Belum bisa jadi presiden, (kalau jadi, red.) kacau dong nanti tentara semua,” ujarnya.

“Jokowi harus dua periode, karena belum ada hasilnya, tinggal diperbaiki aja. Ini kan baru satu periode, hasilnya belum ada, paling cuman bincang-bincang nggak ada realita, nggak ada perencanaan, nggak ada apa. Ini Negara apa-apaan, Negara pemilu? ,” lanjut Harjo.

Hendi Puwanto, pasien yang lainnya tampak bingung dalam menjawab ketika kami wawancarai. “Nggak tau ya, susah, banyak,” ungkapnya.

Lain dengan Agus, yang hanya mengenal Jokowi saja. “Jokowi sama siapa,sama ya, pokoknya itu lah,” kata Agus yang tampak kesulitan memahami pertanyaan kami sehingga kami tidak melanjutkan wawancara terhadapnya.

Aminuddin justru menanyakan apakah Susilo Bambang Yudhoyono termasuk dalam bursa capres tahun ini. “Kalau Susilo Bambang masuk nggak?,” tanyanya.

Hadi, Pasien yang berasal dari Banten mengaku akan mendukung Jokowi karena Ma’ruf berasal dari Banten, “Jokowi lagi lah, soalnya ada Ma’ruf-nya dari Banten, tapi sayangnya udah tua sih. Kalau Prabowo perang terus, kemarin katanya Prabowo siap perang sama Malaysia,” katanya.

Jawaban Ngawur dan Tidak Masuk Akal

Ipung, pasien yang telah cukup umur tiba-tiba mengampiri kami serta mengucapkan salam, setelah berbincang-bincang cukup lama, kami pun menanyakan nama capres dan cawapres yang akan bertarung pada tanggal 17 nanti. Namun, bukannya menjawab, Ipung justru menunjuk kami dan mengatakan “Kamu!!!” Setelah kami jelaskan bahwa capres dan cawapresnya bukan kami, ia justru menunjuk Hero, sang Humas Panti seraya mengucap “Amiin”.

Setelah kami menegaskan kembali, bukannya menyebut Prabowo atau Jokowi, Ipung  justru menyebut nama Suharto yang akan menjadi capres pada Pilpres 2019 nanti.

Lain dengan Ipung, lain pula dengan Kurniyadi, ia mengatakan bahwa Jokowi merupakan presiden di masa lampau, namun dirinya juga tidak mendukung Prabowo-Sandi, Kurniyadi justru berencana akan mendukung Prabowo-Saiful Jamil.

“Jokowi dah masa dulu, Prabowo sama Saipul Jamil aja deh,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

ICMI Gelar Halal Bihalal Rekonsiliasi untuk Bangsa

Indonesia - Sabtu, 06/07/2019 07:50