Musuh Islam yang Tumbang di Bulan Ramadhan, Abu Thohir Al-Qirmithi Penjagal Jamaah Haji

Foto: Ka'bah dan jamaah haji

KIBLAT.NET – Masih di serial musuh dakwah yang Allah binasakan di bulan Ramadhan, kali ini kita akan membahas salah seorang yang paling berlumur darah kaum muslimin. Dia adalah tokoh Syiah Qoromithoh yang bernama Abu Thahir Al Qirmithi. Tidak hanya bergelimang darah kaum muslimin dia juga mengoyak keagungan kota Mekkah dengan menyerang Mekkah dan merampok Hajar Aswad.

Dia adalah anak dari Abu Sa’id Al-Janabi, seorang pendiri entitas Qaramithoh di Ahissa’ (Saudi bagian timur). Ketika bapaknya meninggal dia merenggut kepemimpinan dari kakak tertuanya. Setelah sampai ke tampuk kekuasaan pada awalnya dia fokus mengatur para pengikutnya terlebih dahulu.

Tidak lama setelah itu, dia memulai pembantaian di muka bumi. Dia menyerang Bashroh dan melakukan pembantaian yang besar. Pembantaian tersebut berangsung selama 17 hari pada Rabiul Awal 311 Hijriah. Dia juga menyerang kafilah haji yang baru pulang dari Mekkah pada tahun 312 Hijriah, dia membunuh banyak jamaah haji dan menawan 2000 orang. Adapun sisanya ditinggalkan tanpa bekal di tengah padang pasir hingga mereka mati kehausan dan kelaparan.

Setelah puas mengagresi Bashroh dia pindah ke Kufah. Dia bergerak menuju Anbar dan menguasainya. Dengan begitu dia menguasai jalur jamaah haji. Hingga para jamaah haji dari Irak tidak ada yang berangkat haji, karena khawatir akan pasukannya Abu Thohir.

BACA JUGA  Penjelasan Lengkap Ustadz Abdul Somad Soal Ceramah Tentang Salib yang Viral

Setelah menguasai jalur haji Irak, dia mulai menyerang kota Mekkah. Sehingga pada tahun 317 Hijriah, Abu Thohir memasuki kota Mekkah bersama pasukannya. Agresi demi agresi yang dilakukan oleh Abu Thohir tidak mendapati halangan yang begitu berarti karena kekhaifahan pada kala itu sedang lemah-lemahnya. Bahkan pada tahun yang sama terjadi pemberontakan militer terhadap khalifah Al-Muqtadir billah, meskipun gagal namun ini menandakan kondisi kekhalifahan yang kritis.

Pada tanggal 8 Dzulhijah 317 Hijriah di hari Tarwiyah, Abu Thohir menyerang kota Mekkah dan memasuki masjidil harom dan melakukan pembantaian yang sadis. Tidak ada seorangpun yang selamat. Mskipun telah berlidang di tirai ka’bah. Semua jamaah haji dibantai, tubuh mereka dimasukkan ke sumur Zam-zam. Abu Thohir berkata, “Saya adalah Allah, saya yang menciptakan makhluk dan saya pula yang membuat mereka mati.”

Dia juga melepas kiswah Ka’bah dan merobek-robeknya, menghancurkan pintu Ka’bah dan memerintahkan kepada pasukannya untuk mencongkel Hajar Aswad. Ketika mencongkel Hajar Aswad pasukannya berkata, “Di mana burung Ababil? Mana batu dari Sijjil?” Setelah itu mereka mengambil Hajar Aswad ke tempat mereka dan merampok negeri-negeri sekitar Mekkah dan membunuh sekitar 30.000 orang. Pasca kejadian tersebut ahli sejarah mengatakan bahwa penyelenggaraan haji terhenti hingga tahun 326 Hijriah.

Tak berhenti sampai di situ, mereka terus menebar kerusakan ke negeri-negeri kaum muslimin, karena pada masa itu kekhilafahan Abbasiyah berada pada masa yang lemah, para pemimpinnya saling berperang.  Hingga Allah berikan anugerah kepada umat ini dengan matinya Abu Thohir Al-Qirmithi pada bulan Ramadhan 332 Hijriah pada umur 38 tahun, dan setelah itu hegemoni Qaramithoh semakin menurun. Segala puji bagi Allah yang tidak memanjangkan umur Abu Thohir Al-Qoromithi. Wallahu a’lam bissowab

Penulis: Miftahul Ihsan
Editor: Arju

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Ketika Musuh Islam Mengolok-olok Perjuangan

Tarbiyah Jihadiyah - Selasa, 19/09/2017 15:30