Pompeo Tegaskan AS Tak Berupaya Perang dengan Iran

Foto: Menlu AS, Mike Pompeo

KIBLAT.NET, Sochi – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menegaskan, Selasa (14/05/2019), negaranya tidak sedang dalam upaya mengobarkan perang dengan Iran, meskipun meningkatnya ketegangan yang mendorong Pentagon untuk mengirim pesawat yang mampu membawa hulu ledak nuklir ke Timur Tengah.

Pernyataan Pompeo datang selama kunjungan resmi pertamanya ke Rusia. Moskow merupakan pendukung utama Teheran dan negara yang menyalahkan AS atas sikapnya menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran.

“Kami tidak pernah sama sekali berupaya perang dengan Iran,” kata Pompeo.

“Kami telah menjelaskan kepada Iran bahwa jika kepentingan AS diserang, kami pasti akan merespons dengan cara yang tepat,” lanjutnya.

Pompeo meminta Iran bertindak sebagai “negara normal”. Khususnya terkait dukungannya kepada pemberontak Syiah Hutsi di Yaman.

Pemberontak Hutsi, kata Pompeo, menembakkan roket ke daerah-daerah tujuan warga Rusia dan Amerika. Serangan itu dapat membahayakan kedua warga negara.

Di Teheran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada Selasa lalu bahwa “tidak akan ada perang” dengan Amerika Serikat.

Dalam pidatonya kepada pejabat pemerintah, Khamenei menekankan bahwa konfrontasi antara Teheran dan Washington adalah ujian kehendak dan bukan konfrontasi militer. “Konfrontasi ini bukan militer, karena tidak ada perang akan meletus, baik kita maupun mereka tidak mencari perang, mereka tahu itu bukan untuk kepentingan mereka,” katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Moskow akan bekerja “untuk memastikan bahwa situasi ini tidak memburuk menjadi skenario militer.”

BACA JUGA  Pasca Insiden Penembakan Massal, AS Kumpulkan Perusahaan Media Sosial

“Saya berharap logika akan menang,” katanya. Ia berharap laporan media AS bahwa Presiden AS Donald Trump berencana mengirim 120.000 tentara untuk menghadapi Iran salah.

Trump membantah laporan New York Times sebagai “berita palsu” tetapi tidak mengesampingkan penyebaran “lebih banyak tentara” ke depan.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga