Soal Wacana Tenaga Pengajar Asing, Jubir Millenial TKN: Sebatas Dosen Tamu

Foto: Juru Bicara Millenial Tim Kampanye Nasional (TKN), Ilham Akbar Mustafa. (Foto: Alif/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Juru Bicara Millenial Tim Kampanye Nasional (TKN), Ilham Akbar Mustafa angkat suara soal rencana Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yang menyatakan akan mengundang guru atau pengajar dari luar negeri untuk mengajar di Indonesia.

Ilham menjelaskan, apa yang dimaksud Puan bukanlah mengimpor tenaga pengajar. Akan tetapi tenaga-tenaga professional dari luar negeri itu akan didatangkan untuk kemudian melatih tenaga-tenaga pengajar kita dari dalam negeri.

“Karena kan kompetisi masa depan kan adalah¬† kompetensi antar bangsa. Jadi model kompetensinya bukan lagi sesama anak negeri, tetapi dengan anak-anak yang luar negeri juga,” kata Ilham di Media Center TKN Jl.Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat (14/05/2019).

Menurut Ilham, tenaga pengajar yang akan didatangkan ke Indonesia tidak perlu dipermasalahkan, hal itu karena mereka memiliki posisi yang kurang lebih seperti dosen tamu dan tidak permanen. Selain itu, ia juga membandingkannya dengan adanya sekolah-sekolah luar negeri yang membuka cabang di Indonesia.

“Saya pikir itu bukan dipermanenkan, mereka datang untuk melatih saja tenaga-tenaga kerja yang ada di dalam negeri. Tidak ada yang menjadi soal dengan itu. Trus kalau yang kedua juga, dulu kalau kita lihat di kampus ada dosen tamu datang dia mengajar, dia balik lagi. Ada dosen terbang, di dalam negeri kan juga banyak sekolah-sekolah luar negeri yang buka sekolah di dalam negeri, itu biasa saja,” jelasnya.

BACA JUGA  BHF: Keterangan Saksi JPU di Sidang Ricuh 21-22 Mei Lemah

Ilham memaparkan  bahwa tenaga pengajar asing tersebut hanya akan bekerja untuh melatih tenaga pengajar di Indonesia agar kapasitasnya ter-upgrade, dan tidak mengajar murid-murid di kelas.

“Tenaga pengajar atau instruktur-instruktur ini didatangkan bukan untuk kemudian mengajarkan anak-anak kita. Kita sebenarnya bukan kekurangan tenaga pengajar, tidak. Banyak lho tenaga pengajar kita. Cuman, mereka ini akan dilatih oleh tenaga-tenaga pengajar ini datang ke Indonesia untuk kemudian melatih dan menjadi instruktur. Memberikan pelatihan terhadap tenaga-tenaga pengajar lokal,” paparnya.

Adapun tujuan dari adanya tenaga pengajar asing ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang mana ini sangat sesuai dengan fokus Jokowi diperiode selanjutnya yaitu pembangunan sumber daya manusia.

“Kalau kualitas sumber daya manusia kita memang perlu ada pembangunan, makanya kenapa kemudian Pak Jokowi fokus terhadap pembangunan sumber daya manusia di periode kedua untuk melanjutkan dalam visi pembangunan. Pak Jokowi di periode kedua adalah visi pembangunan sumber daya manusia. Beliau akan fokus di pembangunan sumber daya manusia karena setelah infrastruktur dibangun maka yang sekarang kita harus menciptakan manusia-manusia yang akan menggunakan infrastruktur itu,” katanya.

Selain itu, lanjut Ilham, tentu tenaga pengajar  kita harus di-upgrade kapasitasnya lewat pelatihan-pelatihan pendidikan singkat.

“Bagaimana mengupgrade kapasitasnya? Kita butuh juga standar internasional. Jadi bagi saya tidak ada persoalan ada tenaga pengajar dari asing kita datangkan ke Indonesia, untuk membagi pengalaman bagaimana memberikan pandangan-pandangan terkait pola pengajaran yang ada disana terhadap yang dibagi ke tenaga pengajar kita. Bagi saya tidak ada persoalan, biasa saja itu,” pungkasnya.

BACA JUGA  Sandiaga Uno Jalan Kaki Menuju Gedung DPR/MPR, Didoakan Jadi Wakil Presiden

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Pelapor: Immanuel Seharusnya Tidak Menebar Kebencian

Indonesia - Senin, 04/02/2019 21:53