Terungkap, Perusahaan Israel Pengaruhi Pemilu di Afrika, Asia dan Amerika Latin

Foto: Facebook

KIBLAT.NET, California – Facebook mengungkapkan campur tangan Israel dalam pemilihan umum di beberapa negara Afrika, Asia dan Amerika Latin. Perusahaan media sosial itu mengaku telah menonaktifkan lusinan akun yang didapati menyebarkan disinformasi dengan menyamar sebagai jurnalis dan influencer lokal.

Facebook pada Kamis (16/05/2019), melacak akun-akun tersebut dan mengarah ke Archimedes Group, sebuah perusahaan swasta yang berbasis di dekat Tel Aviv yang telah merekayasa kampanye. Kepala kebijakan cybersecurity Facebook, Nathaniel Gleicher, mengatakan kepada wartawan bahwa platform itu telah menghapus 65 akun, 161 halaman dan puluhan kelompok yang terkait dengan kampanye informasi yang salah. Gleicher menambahkan, Archimedes sekarang telah dilarang dari Facebook.

Gleicher juga mengatakan bahwa mereka pada dasarnya memfasilitasi penipuan, tampaknya memiliki motivasi komersial untuk melakukan ini. “Jenis bisnis itu tidak memiliki tempat di platform kami sehingga kami mengeluarkannya dari platform dan tim kami akan terus menyelidiki untuk mencari contoh lain dari jenis perilaku ini, [apakah] untuk komersial atau strategi lainnya,” ujarnya.

Operasi Archimedes dianggap berfokus pada Nigeria, Senegal, Togo, Angola, Niger, dan Tunisia, serta beberapa negara Asia dan Amerika Latin. Diperkirakan bahwa kampanye itu telah menghabiskan lebih dari $ 800.000 untuk iklan Facebook sejak 2012.

Informasi tentang Archimedes Group tidak banyak. The Washington Post mencatat bahwa kelompok ini menampilkan dirinya sebagai “sebuah perusahaan konsultan yang terlibat dalam kampanye untuk pemilihan presiden.” Mereka menggunakan slogan “kampanye kemenangan di seluruh dunia”. Situs web ini juga menampilkan deskripsi samar-samar dari perangkat lunak “manajemen media massa sosial”, yang diklaim dapat memungkinkan pengoperasian sejumlah akun online taak terbatas.

BACA JUGA  Sudan Lantik Seorang Ekonom Sipil Sebagai Perdana Menteri Baru

The Washington Post menambahkan bahwa Archimedes dipimpin oleh Elinadav Heymann. Dia dilaporkan telah menjadi Direktur Eksekutif Friends Eropa Israel sejak 2012 dan penasihat Knesset selama 3 periode.

Gleicher dari Facebook mengatakan dia tidak bisa berspekulasi mengenai apakah motif Archimedes bersifat politis. Sampai sekarang belum diketahui siapa yang meminta dan membayar layanan kelompok tersebut. Namun, mengingat fokus kampanye pada negara-negara Afrika bagian tengah dan barat yang dominan – sebuah wilayah di mana negara Israel baru-baru ini berusaha meningkatkan pengaruhnya – dampak ke depannya akan terus dipantau.

Pada bulan Januari, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Chad untuk memulihkan hubungan diplomatik antara kedua negara, yang terputus pada tahun 1972. Berbicara pada konferensi pers sebelum berangkat, Netanyahu mengatakan bahwa kunjungan itu adalah “bagian dari revolusi Israel di negara itu.” Dunia Arab dan Muslim, “mengklaim bahwa inisiatif semacam itu” sangat mengkhawatirkan, bahkan sangat membuat marah “rakyat Palestina dan dunia Arab yang lebih luas.

Meskipun upaya normalisasi Israel di Afrika memiliki manfaat material – seringkali termasuk kesepakatan senjata yang menguntungkan, memorandum untuk kerja sama ekonomi dan penggunaan wilayah udara yang secara signifikan akan memperpendek jalur penerbangan untuk maskapai penerbangan komersial Israel – inisiatif ini juga diupayakan untuk nilai propagandanya. Netanyahu telah lama tertarik untuk menekankan keberhasilan diplomatik ini, khususnya menjelang pemilihan umum Israel yang berlangsung bulan lalu.

BACA JUGA  Junta Militer dan Oposisi Sipil Sudan Bentuk Dewan Kedaulatan

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga