Fakta Menarik Tentang VPN yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui

KIBLAT.NET – Mendadak penggunaan VPN ramai diperbincangkan oleh warganet, ini disebabkan kebijakan pemerintah yang membatasi akses media sosial, diantaranya adalah WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Hal tersebut untuk mengantisipasi pengiriman konten video atau foto yang dinilai hoaks dan disalahgunakan pihak-pihak tertentu untuk memicu provokasi.

Virtual Private Network atau biasa disebut VPN adalah koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lainnya secara pribadi atau private melalui jaringan internet. Biasanya VPN menggunakan IP Address luar negeri.

Kebanyakan orang yang menggunakan VPN tujuannya yaitu untuk browsing di internet tanpa diketahui data pribadinya dan ada juga yang menggunakan VPN untuk mengakses situs-situs yang diblokir.

Kali ini Kiblat.net akan membahas beberapa fakta tentang VPN yang dirangkum dari berbagai sumber:

  1. Penyedia Layanan VPN Menyimpan Data Anda untuk Mereka Sendiri

Ada banyak provider VPN di seluruh dunia. Kebanyakan provider akan menyimpan log pengguna secara pribadi, tanpa diketahui oleh siapapun, kecuali oleh pihak provider sendiri.

Namun banyak yang menganggap kalau beberapa provider VPN suka menyerahkan data log pengguna kepada otoritas pemerintah, namun anggapan ini sebenarnya salah. Provider VPN tidak menyerahkan data apapun kepada otoritas pemerintah, kecuali memang providernya abal-abal atau dapat paksaan dari pemerintah.

  1. VPN Mirip dengan Firewall, Cuma Tidak Dapat Dilacak

Firewall (dinidng api) diibaratkan seperti ayakan yang berfungsi memeriksa paket data yang keluar dan masuk dari sebuah jaringan internet atau komputer. Firewall juga memiliki fungsi untuk melindungi komputer dari virus.

BACA JUGA  Solidaritas Untuk Umat Islam Suriah

Kalau VPN sedikit berbeda, VPN menggunakan enkripsi terowongan untuk mengamankan informasi Anda yang berpergian di antara server dan bisa mempersulit virus untuk mencapai sebuah jaringan atau komputer. Firewall melindungi jaringan dengan cara diayak, sedangkan VPN melindungi jaringan dengan cara tidak bisa dilacak.

  1. PPTP adalah Protokol VPN Tertua di Dunia

Gurdeep Singh-Pall, seorang insinyur perangkat lunak di Microsoft, mengembangkan PPTP (Peer-to-Peer Tunneling Protocol) pada pertengahan 1990-an dan membuka jalan untuk VPN. Pada awalnya PPTP dirancang untuk dial-up dan memiliki tingkat enkripsi terendah. Banyak yang mengklaim kalau PPTP adalah yang tercepat dibandingkan dengan protokol lainnya.

  1. Menggunakan VPN Tidak Sepenuhnya Membuat Anda Anonim

Banyak yang menganggap dengan menggunakan VPN, maka kita sepenuhnya anonim atau tidak diketahui ketika berselancar di antara jaringan internet. Namun anggapan itu sebenarnya salah.

Meskipun beberapa provider VPN menjanjikan penjelajahan web secara anonim, namun faktanya tidak sepenuhnya anonim. Sebab pihak provider sendiri masih bisa melacak IP Address asli Anda. Tapi jangan khawatir, provider VPN tidak punya niat untuk melacak IP Address asli Anda.

  1. Kamu Masih Bisa Diretas Meski Menggunakan VPN

Sementara VPN dapat mengubah alamat IP, menyembunyikannya, dan mengenkripsinya. Tetap ada celah bagi hacker untuk masuk. Namun itu sangat sulit dilakukan, hanya hacker tingkat dewa yang bisa melakukannya.

Nah itulah beberapa fakta tentang VPN yang dikutip dari berbagai sumber. Semoga informasinya berguna yah!

BACA JUGA  Corona, Antara Uang dan Relasi

Amankah penggunaan VPN untuk mengakses WhatsApp?

Walaupun aplikasi WhatsApp masih bisa di akses, namun sifatnya terbatas. Misalnya hanya bisa dipakai untuk kirim pesan teks, tak bisa untuk mengirim atau mengunduh gambar. Sebagian orang pun menggunakan aplikasi VPNĀ  gratis untuk dapat mengakses.

Namun tanpa disadari, aplikasi VPN gratis ternyata juga berpotensi bahaya dan berisiko, apa saja bahayanya?

Sebagaimana dikutip dari VPN Mentor, Kamis (23/5/2019), berikut adalah sejumlah risiko jika pengguna mengaktifkan VPN.

  1. Membobol Keamanan Perangkat dengan Malware

Mulanya, VPN bermaksud untuk menjaga perangkat dari hacker. Namun, berdasarkan studi terhadap 283 VPN, terungkap bahwa VPN gratisan rentan disusupi malware. Studi bahkan menyebut 38 persen menunjukkan VPN yang disusupi malware.

  1. Lacak Aktivitas Online Pengguna

Penggunaan VPN di tengah pembatasan akses medsos memang menyejukkan. Namun, berdasarkan studi yang sama, 72 persen VPN gratisan rupanya memungkinkan pihak lain untuk mengintip aktivitas online pengguna.

Para pelacak data biasanya mengintip aktivitas online pengguna dan mengumpulkan informasi tentang si pengguna. Bisa saja, data-data tersebut dijual ke pengiklan.

Apakah kita bisa mempercayai keamanan data pengguna saat memakai VPN? Jawabannya adalah tidak. Pasalnya, sangat sedikit dilakukan audit terhadap keamanan layanan VPN.

Artinya, tidak ada cara untuk memverifikasi seratus persen bahwa layanan VPN benar-benar bersifat aman, seperti janjinya.

Penulis: Fahreza
Editor: Rusydan

 

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga