Petamburan Jadi Pusat Kericuhan, FPI: Ada Agenda Tertentu

Foto: Ketua DPP FPI, KH. Awit Mashuri. (Foto: Qoid/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua DPP FPI, KH. Awit Mashuri menilai ada upaya untuk memojokkan Front Pembela Islam dalam kericuhan 22 Mei lalu. Ia mellihat adanya agenda dengan tujuan tertentu maupun usaha pembentukan opini bahwa wilayah Petamburan yang merupakan basis FPI adalah pusat kerusuhan 22 Mei.

“Padahal wilayah Petamburan sangat jauh dari titik aksi di depan Bawaslu. Ada pihak-pihak yang kami tengarai secara sengaja menyeret dan menimbulkan kerusuhan di wilayah Petamburan dan sekitarnya,” kata Awit dalam konferensi pers di wilyah Tebet, Jakarta pada Jumat sore (25/05/2019).

Ia pun kemudian menuturkan secuil kronologi kerusuhan 22 Mei. Bermula dari 21 Mei malam, Aksi damai yang digelar di depan Bawaslu telah berakhir sekitar pukul sembilan malam. Namun ketika menjelang tengah malam, terjadi pelontaran gas air mata di depan Bawaslu oleh aparat dan terus merangsek ke arah Pasar Tanah Abang.

Kemudian sekitar pukul dua dini hari, lanjut Awit, aparat mulai mengarah ke wilayah Petamburan dengan masih menembakkan gas air mata. Keadaan ini terus berlanjut hingga pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

“Padahal jelas wilayah Tanah Abang dan Petamburan bukan tempat dilakukannya aksi,” ujarnya.

Reporter: Qoid
Editor: Rusydan

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

FPI, GNPF Ulama dan PA 212 Gelar Aksi di Kedubes India

Indonesia - Jum'at, 06/03/2020 15:21